Cadangan Devisa RI Turun USD2 Miliar, BI Sebut Rupiah Tetap Aman di Tengah Tekanan Global

Cadangan Devisa RI Turun USD2 Miliar, BI Sebut Rupiah Tetap Aman di Tengah Tekanan Global

Foto: Ist, Sumber : Net

JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada April 2026 turun menjadi USD146,2 miliar dari sebelumnya USD148,2 miliar pada Maret 2026. Penurunan sekitar USD2 miliar itu terjadi di tengah kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta langkah intervensi BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Direktur Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, meski mengalami penurunan, posisi cadangan devisa Indonesia masih berada dalam level aman.

“Cadangan devisa tersebut setara pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor,” ujar Ramdan.

Penurunan cadangan devisa menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap rupiah masih belum sepenuhnya reda. Dalam beberapa bulan terakhir, Bank Indonesia aktif melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menahan gejolak nilai tukar di tengah ketidakpastian global, suku bunga tinggi Amerika Serikat, dan arus modal asing yang bergerak fluktuatif.

Di sisi lain, BI juga mengumumkan perkembangan uang primer atau base money (M0) pada April 2026 yang tercatat sebesar Rp2.232,2 triliun. Angka itu tumbuh 14,3 persen secara tahunan (year on year/yoy), namun melambat dibandingkan pertumbuhan Maret yang mencapai 16,8 persen.

Pertumbuhan uang primer tersebut dipengaruhi meningkatnya giro bank umum di BI adjusted sebesar 21,6 persen (yoy), serta pertumbuhan uang kartal yang beredar sebesar 14,6 persen (yoy).

Bank Indonesia menjelaskan, perkembangan M0 adjusted juga telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas dalam kerangka pengendalian moneter.

Meski likuiditas domestik masih tumbuh cukup tinggi, perlambatan laju M0 memberi gambaran bahwa BI mulai menjaga ritme peredaran uang agar inflasi dan stabilitas rupiah tetap terkendali. Di tengah tekanan global, bank sentral kini berada di posisi rumit: menjaga likuiditas agar ekonomi tetap bergerak, namun pada saat yang sama harus memastikan rupiah tidak tergelincir lebih dalam akibat gejolak eksternal.

Cadangan devisa yang terkuras perlahan ibarat “amunisi pertahanan” yang terus dipakai untuk menjaga benteng rupiah tetap berdiri di tengah badai pasar global.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :