Sepatu Rp700 Ribu untuk Siswa Miskin? Anggaran Kemensos Disorot, Brand Ikut terseret
Foto: Ist, Sumber : Net
JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Program bantuan untuk rakyat kecil kembali tersandung angka yang bikin dahi berkerut. Kementerian Sosial menganggarkan pembelian sepasang sepatu bagi siswa Sekolah Rakyat hingga Rp700.000. Nilai itu langsung memantik gelombang kritik publik yang menilai kebijakan tersebut jauh dari rasa keadilan.
Sorotan semakin tajam ketika nama merek Stradenine ikut disebut dalam dokumen perencanaan. Publik pun bertanya-tanya: sejak kapan sepatu siswa dari program bantuan negara masuk kategori “premium”?
Menteri Sosial Saifullah Yusuf akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan bahwa angka Rp700.000 itu bukan harga final, melainkan pagu dalam tahap perencanaan awal. Menurutnya, harga riil nantinya akan ditentukan melalui mekanisme lelang terbuka dan kompetitif.
“Ini masih asumsi awal, nanti akan disesuaikan lewat proses pengadaan,” ujar Saifullah Yusuf.
Namun klarifikasi itu belum sepenuhnya meredam kecurigaan. Di tengah publik yang semakin sensitif terhadap isu anggaran, angka tinggi dalam tahap awal seringkali dianggap sebagai pintu masuk pemborosan atau bahkan permainan proyek.
Di sisi lain, pihak Stradenine justru tampak kaget ikut terseret pusaran isu. Brand asal Surabaya itu menyatakan tidak pernah dilibatkan ataupun mengetahui rencana tersebut. Mereka juga menegaskan bahwa harga produk mereka berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp300.000—jauh di bawah angka yang ramai dipersoalkan.
Kontroversi ini membuka pertanyaan yang lebih luas: apakah perencanaan anggaran negara benar-benar berbasis kebutuhan riil, atau sekadar angka elastis yang bisa “dirapikan” belakangan?
Di tengah kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi, publik kini menuntut lebih dari sekadar klarifikasi. Transparansi bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban. Sebab bagi rakyat, sepatu bukan sekadar alas kaki—ia simbol ke mana arah kebijakan berpijak: ke tanah realitas, atau melayang di udara perencanaan.


Komentar Via Facebook :