Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Pertamax Ditahan; Dua Tanker Pertamina Siap lintasi Selat Hormuz
Foto: Ist
JAKARTA, RANAHRIAU.COM- PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai hari ini. Kenaikan tajam terjadi pada beberapa jenis BBM, sementara Pertamax dan Pertamax Green tetap dipertahankan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Berdasarkan penyesuaian terbaru, harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100. Dexlite melonjak menjadi Rp23.600 dari Rp14.200, dan Pertamina Dex meningkat dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.
Sebaliknya, harga Pertamax tetap di Rp12.300 per liter dan Pertamax Green Rp12.900. Sementara itu, BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan, masing-masing tetap di Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan kebijakan mempertahankan harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
“Langkah ini diambil agar kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
Kenaikan harga juga diikuti oleh operator SPBU swasta. BP-AKR menaikkan harga BP Ultimate Diesel menjadi Rp25.560 per liter dari sebelumnya Rp14.620. Namun, harga BP 92 tetap Rp12.390 dan BP Ultimate bertahan di Rp12.930.
Sementara itu, PT Vivo Energy Indonesia belum mengumumkan penyesuaian harga terbaru. Di lapangan, harga Revvo 92 masih berada di Rp12.390 per liter, sedangkan Revvo 95 dilaporkan tidak tersedia di wilayah Jabodetabek dan Bandung sejak 31 Maret 2026.
Tanker Pertamina Siap Melintas Selat Hormuz
Di tengah dinamika harga energi, anak usaha Pertamina, PT Pertamina International Shipping (PIS), mengumumkan bahwa dua kapal tankernya, Pertamina Pride dan Gamsunoro, tengah menyiapkan rencana pelayaran untuk melintasi Selat Hormuz.
Kedua kapal tersebut sebelumnya tertahan sejak awal Maret akibat situasi keamanan di kawasan Teluk Persia.
Pemerintah Iran pada Jumat (17/4) dilaporkan telah membuka kembali seluruh jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyatakan keputusan itu diambil seiring dengan tercapainya gencatan senjata di Lebanon.
Perkembangan ini dinilai dapat memengaruhi distribusi energi global, termasuk pasokan minyak yang berdampak pada penyesuaian harga BBM di dalam negeri.


Komentar Via Facebook :