Panipahan Membara, PMII hantam Polisi: Kalau Tak Mampu, Copot Saja!

Panipahan Membara, PMII hantam Polisi: Kalau Tak Mampu, Copot Saja!

Foto: Ist

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM– Aroma busuk peredaran narkoba di Desa Panipahan kini tak lagi bisa ditutup-tutupi. Ledakan amarah warga menjadi bukti telanjang: kepercayaan terhadap aparat di Rokan Hilir sedang di titik nadir.

Ketua PC PMII Kota Pekanbaru, Muhammad Arsyad, tak lagi bermain kata. Ia melempar ultimatum keras kepada Kapolda Riau: copot Kapolres Rokan Hilir dan Kasatresnarkoba, atau bersiap menghadapi gelombang ketidakpercayaan yang makin liar.

“Ini bukan sekadar kericuhan. Ini alarm keras yang selama ini diabaikan!” tegas Arsyad, nada bicaranya tajam seperti pisau yang diarahkan ke institusi penegak hukum.

Menurutnya, kisruh di Panipahan bukan kejadian spontan. Ini akumulasi dari kekecewaan panjang masyarakat yang muak melihat narkoba seperti “raja kecil” yang bebas berkeliaran, sementara aparat justru tampak lumpuh, atau lebih buruk diam.

“Kalau peredaran narkoba dibiarkan bertahun-tahun tanpa penyelesaian, itu bukan lagi kelalaian. Itu kegagalan serius!” hantamnya.

Arsyad menilai, turunnya masyarakat ke jalan bukan sekadar aksi, melainkan sinyal darurat: publik sudah tak percaya lagi pada polisi di wilayah tersebut. Dan ketika rakyat mulai mengambil peran yang seharusnya dijalankan negara, di situlah legitimasi aparat mulai runtuh.

“Kalau aparat tak mampu mengendalikan wilayahnya sendiri, untuk apa dipertahankan?” sindirnya dingin.

Desakan pun tak tanggung-tanggung. PMII meminta Kapolda Riau segera melakukan “bersih-bersih” di tubuh Polres Rokan Hilir. Bukan sekadar rotasi biasa, tapi pencopotan sebagai bentuk tanggung jawab dan efek kejut bagi institusi.

“Copot Kapolres. Copot Kasatresnarkoba. Ini soal memulihkan kepercayaan publik, bukan sekadar formalitas jabatan,” tekan Arsyad.

Meski begitu, ia tetap menyebut asas praduga tak bersalah. Namun kalimat itu terdengar lebih seperti formalitas di tengah amarah yang sudah mendidih.

“Negara tidak boleh kalah dari narkoba. Tapi hari ini, di Panipahan, yang terlihat justru sebaliknya,” tutupnya.

Dan pertanyaannya kini menggantung di udara: siapa sebenarnya yang berkuasa di Panipahan, aparat, atau jaringan narkoba?

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :