Rupiah Terseret Gejolak Global, Ditutup Melemah ke Rp17104 per Dolar AS

Rupiah Terseret Gejolak Global, Ditutup Melemah ke Rp17104 per Dolar AS

Foto: Ist

JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bergerak fluktuatif sepanjang sepekan terakhir dan berakhir di zona merah. Mengacu data Bloomberg, rupiah ditutup melemah ke level Rp17.104 per dolar AS pada Jumat (11/4), atau turun 0,73 persen secara mingguan.

Sementara itu, berdasarkan kurs referensi Bank Indonesia (Jisdor), rupiah secara harian melemah 0,17 persen ke posisi Rp17.112 per dolar AS. Dalam sepekan, pelemahan tercatat sebesar 0,57 persen dibandingkan posisi Kamis (2/4/2026).

Analis mata uang, Ibrahim Assuaibi, menyebut pergerakan rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen global dan faktor domestik yang saling tarik-menarik.

Dari sisi global, perhatian investor masih tertuju pada dinamika di Timur Tengah. Kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran sempat memberikan sentimen positif sehingga rupiah menguat. Namun, kondisi itu tidak bertahan lama setelah meningkatnya ketegangan akibat serangan Israel ke Lebanon yang kembali menekan pasar.

Dari dalam negeri, investor menilai ruang fiskal pemerintah semakin terbatas untuk meredam lonjakan harga energi global. Kenaikan harga minyak dinilai berisiko memperlebar defisit anggaran.

Hingga Maret 2026, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat mencapai Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Tekanan eksternal yang belum mereda, ditambah keterbatasan ruang fiskal domestik, membuat pergerakan rupiah diperkirakan masih akan berada dalam rentang volatil dalam waktu dekat.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :