FORMA-KIP Kuliah bawa Gagasan PORDISNAS, Pemprov Riau Beri Dukungan

FORMA-KIP Kuliah bawa Gagasan PORDISNAS, Pemprov Riau Beri Dukungan

Foto: Ist

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM– Ide segar dari kalangan mahasiswa kembali mengetuk pintu birokrasi. Kali ini datang dari FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau yang menggelar audiensi dengan Syahrial Abdi di ruang kerja Sekda Provinsi Riau.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa membawa satu gagasan utama: Pekan Olahraga Diskusi Ilmiah Nasional. Sebuah konsep yang tak biasa, mengawinkan semangat kompetisi olahraga dengan ruang adu gagasan ilmiah dalam skala nasional.

Di hadapan Sekda, FORMA KIP-Kuliah memaparkan PORDISNAS sebagai lebih dari sekadar event. Ia dirancang menjadi panggung kolaborasi lintas daerah, tempat mahasiswa tak hanya berlari di lapangan, tetapi juga “beradu pikiran” di ruang diskusi.

Konsep ini rupanya tak berhenti sebagai wacana.

Sekda Riau, Syahrial Abdi, menyambut positif gagasan tersebut. Ia bahkan memberikan apresiasi atas keberanian mahasiswa menghadirkan program yang dinilai inovatif dan memiliki dampak nyata bagi pengembangan generasi muda.

Dukungan pemerintah pun disampaikan secara terbuka. Pemprov Riau melalui Sekda menyatakan komitmennya untuk mendorong terlaksananya PORDISNAS sebagai bagian dari upaya membangun mahasiswa yang aktif, kompetitif, dan berdaya saing.

Ketua Umum FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau, Muhammad Ikhsan, menyebut audiensi ini sebagai suntikan energi baru bagi organisasinya. Apresiasi dari pemerintah, menurutnya, bukan sekadar formalitas, tetapi pengakuan bahwa ide mahasiswa layak diperhitungkan. “Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus menghadirkan program yang berdampak,” ujarnya.

Tak hanya meminta dukungan, FORMA juga melayangkan harapan agar Pemerintah Provinsi Riau turut hadir dalam pembukaan dan penutupan PORDISNAS. Kehadiran tersebut diharapkan menjadi simbol kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah, sekaligus ruang dialog langsung dengan peserta dari berbagai daerah.

Jika terealisasi, PORDISNAS berpotensi menjadi “panggung baru” bagi mahasiswa Indonesia—tempat keringat di lapangan bertemu dengan ide di forum ilmiah.

Dan di titik itu, satu pesan menjadi jelas: mahasiswa tak lagi sekadar peserta pembangunan, tetapi mulai menjadi penggagasnya.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :