Macet Horor Ketapang Akhirnya Pecah: Polisi Dipuji, Jalur Logistik kembali Bernapas

Macet Horor Ketapang Akhirnya Pecah: Polisi Dipuji, Jalur Logistik kembali Bernapas

Foto: Ist, Sumber : Net

BANYUWANGI, RANAHRIAU.COM– Setelah sepekan mencekik pergerakan, kemacetan panjang menuju Pelabuhan Ketapang akhirnya terurai. Jalur nasional Situbondo–Banyuwangi yang sempat lumpuh sejak 28 Maret 2026 kini kembali mengalir, setidaknya sejak Sabtu (4/4/2026) hingga Senin (6/4/2026).

Kemacetan yang sempat dijuluki “horor” oleh para sopir itu bukan sekadar antrean kendaraan. Ia menjelma menjadi krisis kecil yang mengganggu distribusi logistik, bahkan sempat menghambat pasokan BBM ke sejumlah SPBU.

Namun perlahan, simpul kusut itu berhasil dilonggarkan.

Di lapangan, peran Polresta Banyuwangi menjadi sorotan. Skema rekayasa lalu lintas, pengaturan arus kendaraan, hingga pengawalan di titik-titik krusial dinilai menjadi kunci terbukanya kembali jalur vital tersebut.

Apresiasi pun mengalir deras, bukan dari podium pejabat, tetapi dari “denyut asli” jalanan: para sopir.

Matrawi dari komunitas Satu Keluarga Besar Driver Indonesia (SKBDI) menyebut kinerja aparat sebagai angin segar di tengah tekanan antrean panjang. Hal senada disampaikan Widodo Santoso dari ARPES Bersatu yang menilai kerja kepolisian berhasil mengurai kemacetan arus balik Lebaran.

Tak hanya komunitas, pengakuan juga datang dari sektor lokal. BUMDes Desa Ketapang Unit RTK Pelabuhan Tanjungwangi menyebut aparat sebagai faktor kunci dalam memecah kebuntuan lalu lintas yang sempat membelit kawasan pelabuhan.

Dari sisi logistik, dampaknya terasa nyata.

Koordinator sopir tangki Pertamina, Aris, mengakui distribusi BBM yang sempat tersendat kini kembali lancar. Jalur yang sebelumnya tersumbat seperti “pembuluh darah terserang bekuan”, kini kembali mengalirkan energi ke berbagai wilayah.

Koordinator Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI), Slamet Barokah, bahkan menyebut operasi penguraian ini sebagai kerja lapangan yang luar biasa. Ribuan kendaraan berhasil melintas tanpa kecelakaan selama masa penanganan intensif.

Namun di tengah kerasnya operasi pengendalian lalu lintas, terselip potret yang lebih humanis.

Di kantong parkir Pelabuhan Bulusan, anggota Satlantas terlihat membagikan nasi bungkus dan air mineral kepada para sopir. Gestur sederhana, tapi bermakna besar bagi mereka yang terjebak berjam-jam di balik kemudi.

Eko Priyono, sopir logistik asal Pasuruan, merasakan langsung dampaknya. Bantuan itu bukan sekadar pengganjal lapar, tapi juga suntikan semangat di tengah lelahnya antrean panjang.

Kini, arus lalu lintas berangsur normal. Namun pengalaman pahit ini menyisakan catatan penting: satu titik bottleneck bisa melumpuhkan rantai distribusi lintas pulau.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rofiq, memastikan personel tetap disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan berikutnya. Ia juga mengingatkan pengguna jalan untuk tetap mengutamakan keselamatan.

Di ujung cerita ini, jalanan kembali lengang, truk-truk kembali melaju, dan pelabuhan kembali berdenyut.

Tapi satu harapan menggantung di antara deru mesin: semoga antrean panjang seperti ini tak lagi menjadi rutinitas yang harus ditelan para pengemudi.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :