Diplomasi Dua Arah Prabowo: Dari Istana Kekaisaran Jepang ke Meja Strategis Korea Selatan

Diplomasi Dua Arah Prabowo: Dari Istana Kekaisaran Jepang ke Meja Strategis Korea Selatan

Foto: Ist, Sumber : Net

JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Presiden Prabowo Subianto tengah menjalani safari diplomasi Asia Timur yang sarat makna dan kepentingan strategis. Dalam rentang 29 Maret hingga 2 April 2026, ia “mengetuk dua pintu besar” sekaligus: Jepang dan Korea Selatan.

Di Jepang, agenda Prabowo tak sekadar formalitas. Ia dijadwalkan menghadiri jamuan makan siang kenegaraan bersama Naruhito, sebuah simbol kehormatan tinggi dalam tradisi Kekaisaran. Tak berhenti di seremoni, Prabowo juga akan duduk satu meja dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk membahas penguatan kerja sama bilateral.

Namun panggung tak berhenti di Tokyo. Tanpa jeda panjang, Prabowo melanjutkan langkah ke Korea Selatan pada 31 Maret hingga 2 April 2026. Di sana, ia dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Lee Jae Myung dalam pertemuan yang diperkirakan lebih “berat isi” ketimbang sekadar simbolik.

Topik yang dibawa bukan perkara ringan: industri pertahanan dan keamanan, energi nuklir, hingga sektor budaya. Ini bukan sekadar diplomasi basa-basi, melainkan upaya merajut kepentingan strategis di tengah peta geopolitik yang terus bergerak.

Jika diibaratkan, perjalanan ini seperti memainkan dua papan catur sekaligus. Di Jepang, Prabowo menguatkan fondasi hubungan lama. Di Korea Selatan, ia membuka kemungkinan langkah-langkah baru yang lebih progresif.

Pertanyaannya kini, apakah kunjungan ini akan berbuah konkret atau hanya berhenti pada foto bersama dan pernyataan pers? Waktu yang akan menjawab, tapi satu hal jelas: Indonesia sedang mencoba berbicara lebih lantang di panggung Asia.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :