Jempol, Energi, dan Etika: Pesan Keras Bupati Asmar untuk ASN Meranti
Foto: Ist, sumber : FB
SELATPANJANG, RANAHRIAU.COM- Di halaman Kantor Bupati Selatpanjang, suasana pasca-libur Idulfitri tak sekadar diisi apel rutin, Senin (30/03/2026).
Di balik barisan rapi ASN, terselip pesan yang lebih dalam dari sekadar absensi dan formalitas. Asmar datang membawa dua hal sekaligus: peringatan dan harapan.
Pertama, soal energi. Bukan hanya listrik yang menyala atau bahan bakar yang terbakar, tapi tentang masa depan yang perlahan menipis jika diabaikan.
Asmar mengingatkan, penghematan energi bukan sekadar urusan angka di APBD, melainkan bagian dari menjaga ketahanan bangsa. ASN diminta tak hanya patuh, tapi menjadi pelopor. Dari kantor hingga dapur rumah, dari saklar lampu hingga tangki motor, semuanya punya peran.
“Penghematan ini bukan hanya soal anggaran daerah, tapi soal ketahanan bangsa,” tegasnya. Kalimat yang terdengar sederhana, tapi mengandung beban besar: krisis global kini mengetuk hingga ke level daerah.
Namun pesan tak berhenti di situ. Di era ketika opini bisa diketik lebih cepat daripada dipikirkan, Asmar menyoroti satu “energi lain” yang kerap tak terkendali: jempol di media sosial. Ia mengingatkan ASN agar menjaga etika, tidak asal melontarkan kritik di ruang publik tanpa arah yang jelas.
“Jangan biarkan jempol kita mencederai silaturahmi.”
Kalimat itu seperti tamparan halus. Kritik bukan dilarang, tapi diarahkan. Saran bukan dibungkam, tapi diminta melalui jalur yang konstruktif. Dalam bahasa yang lebih tajam: jangan mengkritik untuk gaduh, tapi untuk memperbaiki.
Momentum Idulfitri pun dimaknai lebih dari sekadar tradisi saling memaafkan. Ini adalah titik reset. Disiplin harus kembali ditegakkan, profesionalisme harus dipoles ulang. Pelayanan publik, yang sering kali jadi keluhan, diminta naik kelas.
“Kerja keras adalah ibadah, dan keikhlasan adalah kunci keberkahan.”
Di akhir rangkaian, simbol administratif pun dibagikan. Surat Keputusan perpanjangan izin operasional untuk sejumlah puskesmas diserahkan.
Tapi lebih dari itu, yang sebenarnya dibagikan pagi itu adalah arah: bagaimana ASN seharusnya bersikap di tengah tekanan zaman. Pesannya jelas, bahkan nyaris menggema lebih lama dari suara apel itu sendiri: hemat energi, jaga etika, dan gunakan suara bukan untuk gaduh… tapi untuk solusi.


Komentar Via Facebook :