Muhammadiyah Riau Siapkan 138 Titik Salat Id, Uji Kedewasaan Umat di Tengah Potensi Perbedaan
Foto: ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM– Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PW Muhammadiyah) Riau memastikan kesiapan pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026. Tak tanggung-tanggung, hingga Kamis pagi (19/3/2026), tercatat 138 titik lokasi telah disiapkan dan tersebar di 12 kabupaten/kota se-Ria dan jumlah ini masih berpotensi bertambah.
Ketua PW Muhammadiyah Riau, Hendri Sayuti, menegaskan bahwa penetapan 1 Syawal 1447 H didasarkan pada metode hisab, yang menjadi pedoman resmi Muhammadiyah dalam menentukan kalender hijriah.
“Jika terjadi perbedaan pelaksanaan Salat Idul Fitri karena metode penentuan awal bulan, itu hal yang lumrah. Yang penting kita saling menghargai,” tegasnya.
Pernyataan ini bukan tanpa konteks. Setiap tahun, potensi perbedaan hari raya selalu menjadi isu sensitif. Namun Muhammadiyah memilih berdiri pada prinsip: perbedaan bukan masalah, cara menyikapinya yang menentukan persatuan.
Lebih jauh, Hendri mengakui bahwa penyatuan Hari Raya secara global masih sulit terwujud tanpa kesepakatan metode bersama. Karena itu, Muhammadiyah mendorong konsep Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai solusi jangka panjang untuk menyatukan penanggalan Islam dunia.
Di sisi teknis, PW Muhammadiyah Riau juga memastikan koordinasi berjalan intensif. Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) diminta terus memperbarui data lokasi pelaksanaan Salat Id.
Ketua LPCR, Mizan Asnawi, didampingi Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI), Jayus, menyebut hingga saat ini sudah terdata 138 titik.
“Alhamdulillah, hingga pagi ini sudah ada 138 titik lokasi di 12 kabupaten dan kota. Jumlah ini masih bisa bertambah dan akan terus kami update,” ujarnya.
Sebaran lokasi tersebut mencakup wilayah strategis seperti Pekanbaru, Kampar, Kuantan Singingi, Siak, hingga daerah pesisir seperti Kepulauan Meranti dan Dumai. Di Pekanbaru sendiri, terdapat 12 titik utama, termasuk Masjid Al-Fida’, Masjid At-Taqwa Sukaramai, hingga Lapangan SMK Muhammadiyah 3.
Besarnya jumlah titik ini bukan sekadar angka logistik, melainkan cerminan kesiapan organisasi dalam mengakomodasi jamaah sekaligus memperluas syiar.
Namun di balik kesiapan itu, terselip pesan yang lebih dalam: Idul Fitri bukan hanya soal di mana dan kapan salat dilaksanakan, tetapi sejauh mana umat mampu menjaga persatuan di tengah perbedaan yang tak terelakkan.


Komentar Via Facebook :