Terkuak! 4 Oknum TNI Diduga Terlibat Teror Air Keras Aktivis KontraS, Motif masih Gelap

Terkuak! 4 Oknum TNI Diduga Terlibat Teror Air Keras Aktivis KontraS, Motif masih Gelap

Foto: ist, sumber : instagram

JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Tabir kasus penyerangan brutal terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, mulai tersingkap. Empat pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penyiraman air keras akhirnya terungkap dan mengejutkan, mereka berasal dari lingkungan militer.

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Yusri Nuryanto, mengumumkan bahwa empat terduga pelaku merupakan anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI. Mereka adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, serta Serda ES, yang berasal dari matra Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Namun, di balik pengungkapan identitas tersebut, satu hal krusial justru masih menggantung: apa motif di balik serangan ini? Hingga kini, pihak TNI belum membeberkan peran masing-masing pelaku maupun alasan di balik aksi yang menyasar aktivis HAM tersebut.

Pengumuman ini muncul hanya sehari setelah Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Aulia Dwi Nasrullah, mengakui bahwa institusinya tengah melakukan penyelidikan internal. Ia juga tidak menutup kemungkinan adanya kerja sama dengan aparat kepolisian untuk mengusut kasus ini secara menyeluruh.

Di sisi lain, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa jajarannya masih terus mendalami kasus penyerangan yang terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (12/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

“Polri berkomitmen menjalankan arahan Presiden untuk mengusut tuntas kasus ini,” tegasnya, merujuk pada instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Berdasarkan temuan awal Polda Metro Jaya, pelaku berjumlah empat orang dan diduga merupakan pihak yang terlatih, indikasi yang kini sejalan dengan fakta bahwa mereka berasal dari institusi militer.
Kasus ini langsung memantik sorotan publik. Jika dugaan keterlibatan aparat terbukti, maka ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan ujian serius bagi komitmen negara dalam menegakkan hukum dan melindungi aktivis sipil.

Satu pertanyaan besar kini menggantung: siapa yang sebenarnya menjadi targetdan pesan apa yang ingin dikirim lewat teror ini?

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :