Ustadz Asal Meranti Kian Diburu Jamaah, Masjid Ar Rahman Pekanbaru Siapkan Shalat Id di Lapangan

Ustadz Asal Meranti Kian Diburu Jamaah, Masjid Ar Rahman Pekanbaru Siapkan Shalat Id di Lapangan

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM– Antusiasme jamaah terhadap sosok Ustadz Sarwan Kelana kian tak terbendung. Dai asal Kabupaten Kepulauan Meranti ini kembali dipercaya menjadi khatib Shalat Idul Fitri 1447 H/2026 M di Masjid Ar Rahman, Jalan Kartama/Kuansing 1, Pekanbaru.

Pengurus masjid bahkan bergerak cepat. Jauh sebelum Ramadhan bergulir, persiapan sudah dimatangkan, termasuk memastikan kehadiran sang ustadz yang dikenal memiliki magnet kuat di kalangan jamaah kota.

Ketua Panitia Ramadhan 1447 H/2026 M, Rides Sujatmiko, menegaskan bahwa keputusan mengundang Ustadz Sarwan bukan tanpa alasan. Selain kapasitas keilmuan, daya tarik beliau di tengah masyarakat menjadi pertimbangan utama.

“Ya benar, sekitar lima belas hari sebelum Ramadhan kami sudah melakukan persiapan, termasuk mengundang Ustadz Sarwan Kelana sebagai khatib. Tahun ini pelaksanaan Shalat Id kita gelar di lapangan masjid,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Langkah menggelar Shalat Id di lapangan bukan sekadar pilihan teknis, melainkan strategi untuk mengakomodasi lonjakan jamaah yang diprediksi membludak. Nama Ustadz Sarwan disebut-sebut menjadi salah satu faktor pemicu tingginya minat masyarakat.

Menariknya, kepanitiaan tahun ini didominasi oleh kalangan muda. Rides menyebut, regenerasi ini menjadi angin segar bagi dinamika kegiatan keagamaan di lingkungan masjid.

“Alhamdulillah, tahun ini lebih banyak anak muda yang tampil dan diberi kepercayaan oleh para tokoh serta pengurus masjid,” jelasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghadiri Shalat Idul Fitri yang akan dilaksanakan pada 1 Syawal 1447 H/2026 M di lapangan Masjid Ar Rahman.

Dengan tema “Menggapai Ridho Allah Melalui Ampunan Orang Tua”, momen ini diharapkan tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga ruang refleksi spiritual yang mendalam.

Di tengah euforia Lebaran, satu pesan kuat mengemuka: ketika dakwah bertemu keikhlasan dan kepercayaan publik, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat pergerakan umat.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :