Bukan Retorika: Muhammadiyah Bangun Masjid dan Ekonomi Sekaligus di Pelosok Kampar
Foto: Ist
BANGKINANG, RANAHRIAU.COM- Langkah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau menembus pelosok desa bukan sekadar safari seremonial. Dalam kunjungan ke Pimpinan Ranting Muhammadiyah Desa IV Koto Setingkai, PWM Riau menegaskan arah dakwah yang konkret: membangun, memberdayakan, dan menanam masa depan.
Safari Ramadan yang digelar di wilayah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kampar III, Kabupaten Kampar ini menjadi momentum penting untuk meninjau langsung progres pembangunan Masjid Baitul Makmur Muhammadiyah sekaligus pengelolaan wakaf produktif seluas dua hektare.
Masjid yang berdiri di atas lahan 736 meter persegi dengan ukuran 12 x 12 meter itu menjadi simbol kebangkitan ranting di desa. Namun yang lebih menarik, PWM Riau tidak hanya fokus pada pembangunan fisik.
Wakaf lahan dua hektare yang akan ditanami sawit menjadi sinyal kuat bahwa dakwah Muhammadiyah mulai bergerak ke arah kemandirian ekonomi berbasis umat.
Ketua ranting Abdul Jalil menyambut langsung rombongan, didampingi Ketua cabang Ibrahim. Keduanya menjadi garda depan yang menjaga denyut gerakan Muhammadiyah tetap hidup di akar rumput.
Rombongan PWM Riau turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua Agusmandar, Imron Rosyadi, serta Ketua LPCRPM Mizan Asnawi. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa gerakan ini tidak berjalan sendiri, melainkan terstruktur dan terencana.
Berlokasi di Jalan Lubuk Agung – Batas Sumbar (Batu Sasak), Desa IV Koto Setingkai, Kecamatan Kampar Kiri, aktivitas ini menjadi bukti bahwa geliat dakwah tidak hanya berpusat di kota, tetapi juga menyasar wilayah pinggiran yang selama ini kerap luput dari perhatian.
Safari Ramadan kali ini mengirim pesan tegas: Muhammadiyah tidak hanya membangun masjid, tetapi juga menanam kekuatan ekonomi umat dari desa.
Dan dari tanah wakaf di sudut Kampar itu, masa depan kemandirian bisa saja sedang mulai tumbuh.


Komentar Via Facebook :