Siskaeee Sentil Polisi: Bokepku Pakai Masker Saja Ketangkep, Pelaku Siram Air Keras kok Belum?
Sumber foto: FB/Suara.com
JAKARTA, RANAHRIAU.COM– Kreator konten dewasa Fransiska Candra Novitasari alias Siskaeee menyentil kinerja aparat kepolisian terkait lambannya penangkapan pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus.
Melalui akun X (Twitter) pribadinya, @Vvip_siskaeee, perempuan berusia 27 tahun itu mengunggah ulang rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik penyerangan terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan tersebut.
Dalam unggahannya pada Jumat (13/3/2026), Siskaeee mempertanyakan mengapa pelaku hingga kini belum tertangkap, padahal menurutnya wajah pelaku dalam rekaman video terlihat cukup jelas.
“Ini jelas banget. Masa gini aja lebih dari 1x24 jam enggak ketangkep,” tulisnya.
Ia lalu membandingkan dengan kasus hukum yang pernah menjerat dirinya beberapa waktu lalu.
“Giliran bokepku pake masker kacamata topi dll bisa tuh nangkep xixixi,” tambahnya dengan nada menyindir.
Bandingkan dengan Kasus yang Menjeratnya
Komentar tersebut merujuk pada kasus produksi film dewasa yang sempat menjerat Siskaeee pada 2023. Saat itu, ia ditangkap aparat di Yogyakarta setelah dianggap tidak kooperatif dalam proses penyidikan terkait kasus yang ditangani oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Siskaeee bahkan sempat mendekam di penjara terkait kasus tersebut. Menurutnya, dalam sejumlah video yang dipermasalahkan, ia menggunakan berbagai bentuk penyamaran seperti masker, kacamata, hingga topi.
Hal inilah yang kini ia jadikan kritik terhadap lambannya pengungkapan kasus kekerasan yang menimpa Andrie Yunus.
Aktivis KontraS Disiram Air Keras
Sebagaimana diketahui, Andrie Yunus yang merupakan Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan diserang oleh dua orang tak dikenal di kawasan Salemba pada Kamis malam (12/3/2026).
Peristiwa itu terjadi setelah Andrie pulang dari kegiatan diskusi di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius pada sekitar 24 persen tubuh, terutama di bagian wajah, dada, dan tangan. Selain itu, korban juga terancam mengalami gangguan penglihatan permanen akibat paparan cairan kimia tersebut.
Polisi Masih Lakukan Penyelidikan
Pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia menyatakan penyelidikan masih terus dilakukan. Polisi mengaku telah mengantongi rekaman CCTV serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap identitas pelaku.
Proses penyidikan disebut menggunakan pendekatan scientific crime investigation guna memastikan identitas pelaku yang terekam kamera pengawas.
Namun hingga berita ini diturunkan, kedua pelaku penyiraman air keras tersebut masih dalam pengejaran aparat.
Picu Perdebatan Netizen
Sindiran Siskaeee pun memancing beragam reaksi di media sosial. Sebagian warganet menilai kritik tersebut mencerminkan kegelisahan publik terhadap penanganan kasus kekerasan, khususnya yang menimpa aktivis.
Banyak pula yang berpendapat bahwa penegakan hukum terhadap kasus kekerasan serius seharusnya bisa secepat penanganan perkara moralitas atau pornografi yang selama ini kerap menjadi prioritas penindakan.


Komentar Via Facebook :