Aktivis Kontras Diserang Air Keras Usai bahas Isu Remiliterisasi
JAKARTA, RANAHRIAU.COM– Serangan brutal menimpa aktivis hak asasi manusia dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus. Ia diserang dengan air keras pada Senin malam, tak lama setelah menyelesaikan perekaman podcast yang membahas isu remiliterisasi.
Koordinator Badan Pekerja Kontras, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa penyerangan terjadi setelah Andrie selesai melakukan rekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jakarta.
Podcast tersebut mengangkat tema remiliterisasi, sebuah isu yang tengah ramai diperbincangkan terkait arah kebijakan keamanan dan peran militer di ruang sipil.
Luka Bakar 24 Persen
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka cukup serius. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, sekitar 24 persen tubuhnya mengalami luka bakar akibat cairan kimia yang diduga air keras.
Saat ini korban tengah menjalani perawatan intensif.
Dimas menilai serangan tersebut bukan sekadar tindakan kriminal biasa, melainkan berpotensi menjadi upaya intimidasi terhadap suara kritis masyarakat sipil, khususnya para pembela hak asasi manusia.
“Kami menduga ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis, terutama dari kalangan pembela HAM,” ujar Dimas.
Pemerintah Akan Koordinasi
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengaku belum menerima laporan detail mengenai insiden tersebut.
Namun Yusril menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui perkembangan kasus tersebut.
Serangan terhadap aktivis HAM ini kembali menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat sipil mengenai keamanan para pembela hak asasi manusia yang kerap menyuarakan kritik terhadap kebijakan negara.


Komentar Via Facebook :