AS Kirim 2.500 Marinir dan Kapal Serbu ke Timur Tengah, Ketegangan Iran Memanas
Foto: Ist
WASHINGTON, RANAHRIAU.COM– Militer Amerika Serikat mengerahkan kapal serbu amfibi USS Tripoli (LHA-7) bersama sekitar 2.500 personel marinir ke kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Langkah ini dilakukan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan akan menggunakan “kekuatan tembak yang tak tertandingi” terhadap para pemimpin Iran yang ia sebut sebagai “bajingan gila”.
Pengerahan kapal perang tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi perdagangan minyak dunia.
Jalur Minyak Dunia Terancam
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling strategis di dunia karena sebagian besar ekspor minyak dari Timur Tengah melewati perairan sempit tersebut.
Militer Amerika mengakui bahwa saat ini mereka menghadapi kesulitan untuk sepenuhnya menekan pengaruh Iran di kawasan itu. Situasi tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak global akibat kekhawatiran gangguan distribusi energi.
Kapal serbu amfibi USS Tripoli sendiri memiliki kemampuan membawa helikopter tempur, pesawat tempur lepas landas vertikal serta ratusan marinir yang dapat dikerahkan untuk operasi amfibi di wilayah pesisir.
Operasi Didukung Unit Marinir
Menurut laporan media Amerika, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memberikan izin pengerahan elemen dari kelompok siap amfibi yang biasanya terdiri dari beberapa kapal perang serta sekitar 5.000 marinir dan pelaut.
Sementara itu, Menteri Energi AS Chris Wright sebelumnya memperkirakan jalur pelayaran di Selat Hormuz bisa kembali normal pada akhir bulan ini.
Ketegangan Regional
Langkah militer Washington ini menambah ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang sebelumnya sudah memanas akibat konflik yang melibatkan Israel dan kelompok-kelompok yang didukung Iran di kawasan.
Para pengamat menilai pengerahan kapal perang dan marinir tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Amerika Serikat berupaya menjaga akses internasional terhadap jalur energi dunia sekaligus menekan pengaruh Iran di kawasan Teluk.


Komentar Via Facebook :