Indonesia Beli Rudal Supersonik BrahMos dari India untuk Perkuat Pertahanan Maritim

Indonesia Beli Rudal Supersonik BrahMos dari India untuk Perkuat Pertahanan Maritim

Foto: ist

JAKARTA, RANAHRIAU.COM– Indonesia resmi memperkuat kemampuan pertahanan militernya dengan membeli rudal supersonik BrahMos, salah satu sistem peluru kendali tercepat di dunia. Pengadaan ini disebut sebagai bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), khususnya untuk memperkuat pertahanan di sektor maritim.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Rico Ricardo Sirait, menyatakan bahwa pengadaan rudal tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan pertahanan nasional.

“Pengadaan ini merupakan bagian dari modernisasi perangkat keras militer dan peningkatan kemampuan pertahanan, terutama di sektor maritim,” ujar Rico.

Produk India–Rusia
Rudal BrahMos merupakan hasil pengembangan bersama antara India dan Rusia melalui perusahaan patungan BrahMos Aerospace.

Sistem senjata ini dikenal memiliki kecepatan supersonik serta kemampuan serangan presisi tinggi terhadap target laut maupun darat, sehingga banyak digunakan untuk memperkuat pertahanan pantai dan sistem anti-kapal.

Nilai Kontrak Triliunan Rupiah
Berdasarkan sejumlah sumber, nilai kontrak pembelian rudal BrahMos oleh Indonesia diperkirakan berada pada kisaran USD 200 juta hingga USD 350 juta, atau sekitar Rp3,6 triliun hingga Rp5,9 triliun.

Pengadaan ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang mengoperasikan sistem rudal tersebut.

Sebelumnya, Filipina telah lebih dulu membeli dan mengoperasikan BrahMos untuk memperkuat pertahanan pesisirnya.

Perkuat Pertahanan Laut
Pengadaan rudal ini dinilai penting mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah laut yang sangat luas. Modernisasi sistem pertahanan maritim menjadi salah satu fokus pemerintah untuk menjaga kedaulatan wilayah dan keamanan jalur pelayaran strategis.

Dengan masuknya BrahMos ke dalam daftar alutsista, kemampuan deterrence atau daya tangkal militer Indonesia di kawasan diharapkan semakin meningkat.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :