Konflik Timur Tengah bayangi Haji 2026, Pemerintah Siapkan Skenario Penundaan

Konflik Timur Tengah bayangi Haji 2026, Pemerintah Siapkan Skenario Penundaan

Foto: Ist, Sumber : Net

JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah membuat pemerintah Indonesia mulai menyiapkan sejumlah skenario untuk pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penundaan keberangkatan jemaah haji apabila situasi keamanan dinilai berpotensi membahayakan.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan konflik yang terjadi di kawasan tersebut sebelum mengambil keputusan final.

Menurut Dahnil, keselamatan jemaah haji Indonesia menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah.

“Jika eskalasi konflik dinilai berpotensi membahayakan keselamatan jemaah, maka salah satu skenario yang disiapkan adalah penundaan keberangkatan,” ujarnya.

Belajar dari Pandemi
Penundaan keberangkatan haji bukan hal baru bagi Indonesia. Sebelumnya, kebijakan serupa pernah dilakukan saat dunia dilanda pandemi COVID-19, ketika pemerintah memutuskan menunda keberangkatan jemaah demi menjaga keselamatan.

Langkah tersebut kala itu diambil setelah mempertimbangkan kondisi global yang tidak memungkinkan pelaksanaan ibadah haji secara normal.

Kloter Pertama Dijadwalkan 22 April
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa hingga saat ini persiapan penyelenggaraan haji tetap berjalan sesuai rencana.  Jika situasi keamanan di Timur Tengah dinilai tidak membahayakan, maka keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan pada 22 April 2026.

Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk otoritas di Arab Saudi, untuk memastikan pelaksanaan ibadah haji dapat berlangsung aman dan lancar bagi seluruh jemaah Indonesia.

Dengan situasi geopolitik yang masih dinamis, keputusan akhir terkait skema keberangkatan haji akan sangat bergantung pada perkembangan keamanan kawasan dalam beberapa waktu ke depan.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :