Agrinas Impor 105 Ribu Pikap Rp24,66 T, Menperin: Industri Lokal mampu Produksi hingga 1 Juta Unit
Foto: Ist, Sumber : Net
JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Keputusan BUMN pangan PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105 ribu unit kendaraan pikap dari India menuai perhatian serius. Nilai transaksi yang mencapai Rp24,66 triliun tersebut dinilai berpotensi menggerus peluang industri otomotif nasional.
Agrinas diketahui memesan 35 ribu unit pikap Scorpio secara completely built up (CBU) dari Mahindra & Mahindra serta 70 ribu unit pikap dari Tata Motors. Kendaraan tersebut akan digunakan untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Jumlah impor 105 ribu unit ini hampir setara dengan total penjualan pikap semua merek di Indonesia sepanjang 2025 yang tercatat sekitar 107 ribu unit. Skala tersebut membuat keputusan impor ini dianggap signifikan terhadap struktur pasar kendaraan niaga nasional.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa industri otomotif dalam negeri memiliki kapasitas produksi yang sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial, termasuk pikap 4x2.
“Kapasitas produksi pikap nasional saat ini mencapai sekitar 1 juta unit per tahun. Artinya, kebutuhan 70 ribu unit sebenarnya sangat mampu dipenuhi industri dalam negeri,” ujar Agus.
Ia menambahkan, apabila kebutuhan tersebut dipenuhi dari produksi nasional, dampak ekonomi atau backward linkage yang dihasilkan diperkirakan mencapai Rp27 triliun. Nilai tersebut mencakup perputaran ekonomi di sektor komponen, tenaga kerja, logistik, hingga industri pendukung lainnya.
Sebaliknya, jika kendaraan diimpor secara utuh (CBU), maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan lebih banyak dinikmati oleh negara asal produsen.
“Kalau diproduksi di dalam negeri, manfaat ekonominya berputar di Indonesia. Kalau impor, nilai tambahnya lari ke luar negeri,” tegasnya.
Isu ini pun memunculkan perdebatan terkait komitmen penggunaan produk dalam negeri, khususnya dalam proyek-proyek yang melibatkan BUMN dan dana publik. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari Agrinas mengenai alasan strategis di balik keputusan impor dalam jumlah besar tersebut.
Keputusan tersebut diperkirakan akan menjadi perhatian lebih lanjut, mengingat sektor otomotif merupakan salah satu tulang punggung industri manufaktur nasional dengan kontribusi signifikan terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja.


Komentar Via Facebook :