Bantuan Tak Kunjung Sampai, Tokoh Masyarakat Desak Pengusutan 70 Paket Gerobak yang Hilang
AGAM, RANAHRIAU.COM - Dugaan hilangnya 70 paket bantuan alat kebersihan dari Kepolisian Daerah (Polda) Riau untuk korban bencana banjir bandang di Nagari Salareh Aia Pusat, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, memicu keresahan warga. Hingga kini, bantuan yang sangat dibutuhkan untuk proses pembersihan sisa material banjir tersebut belum juga diterima oleh masyarakat terdampak.
Tokoh masyarakat Palembayan, Nopendri (Kadir), mengungkapkan bahwa bantuan tersebut seharusnya terdiri dari 300 paket gerobak, pacul, dan sekop yang dialokasikan untuk empat nagari, yakni Nagari Ampek Koto Palembayan, Nagari Tigo Koto Silungkang, Nagari Salareh Aia Timur, dan Nagari Salareh Aia Pusat.
"Berdasarkan informasi dari pihak Polda Riau melalui perangkat nagari berinisial W, setiap nagari seharusnya menerima 70 paket, dan sisa 20 paket dialokasikan untuk wilayah yang paling terdampak. Namun, saat kami konfirmasi ke Wali Nagari Salareh Aia Pusat, beliau mengaku belum menerima satu paket pun," ujar Nopendri kepada Jurnalis media Sumbar Times Rispondi, S I.Kom. Senin (19/1/2026).
Persoalan ini sempat dibahas dalam pertemuan bersama yang dihadiri oleh Camat Palembayan, Kapolsek Palembayan, Wali Nagari Salareh Aia Pusat, perangkat nagari, serta perwakilan warga korban bencana. Dalam rapat tersebut, pihak otoritas setempat berjanji akan menelusuri keberadaan bantuan yang hilang tersebut.
Namun, Nopendri menyayangkan sikap diamnya para pemangku kebijakan setelah pertemuan tersebut. "Sudah hampir 20 hari sejak pertemuan itu, belum ada kabar baik dari Camat, Kapolsek, maupun Wali Nagari terkait keberadaan 70 paket gerobak, pacul, dan sekop ini. Bantuan itu hilang tanpa jejak," tegasnya.
Ketiadaan alat-alat ini menghambat warga dalam membersihkan rumah-rumah mereka yang masih tertimbun material sisa banjir. Warga pun mendesak pihak-pihak terkait untuk melakukan pengusutan tuntas atas hilangnya bantuan tersebut demi transparansi dan keadilan bagi korban bencana.
"Kami sangat membutuhkan alat-alat tersebut. Kami mohon agar keberadaan bantuan ini segera diperjelas dan diusut tuntas siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya 70 paket bantuan ini," tutup Nopendri.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kecamatan maupun Polsek Palembayan belum memberikan pernyataan resmi terbaru terkait perkembangan pencarian bantuan yang hilang tersebut.( Rispondi, S.I.Kom.). ***


Komentar Via Facebook :