VIRAL! Misteri Harimau Sumatera Terjawab: Bukan Menyusup, Sang Raja Hutan Berkuasa di TN Zamrud

VIRAL! Misteri Harimau Sumatera Terjawab: Bukan Menyusup, Sang Raja Hutan Berkuasa di TN Zamrud

Tapak harimau Sumatera di di Taman Nasional (TN) Zamrud, Kabupaten Siak, Riau

SIAK, RANAHRIAU.COM- Jagat maya mendadak gempar. Sebuah video singkat memperlihatkan sosok harimau Sumatera melintas santai di sebuah jalan kawasan hutan di Riau.

Spekulasi pun liar: harimau keluar hutan, pemukiman terancam, manusia dan predator di ambang konflik. Namun kepanikan itu akhirnya dipatahkan oleh kepastian dari penjaga rimba.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menegaskan, harimau yang terekam kamera tersebut tidak keluar dari habitatnya. Justru sebaliknya sang raja hutan tengah menapakkan kakinya di “istana asli”, kawasan konservasi Taman Nasional Zamrud, Kabupaten Siak.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, memastikan hasil identifikasi menunjukkan bahwa satwa dalam video viral itu adalah harimau Sumatera jantan dewasa (Panthera tigris sumatrae). Bukan satwa tersesat, apalagi penyusup.

“Lokasinya berada di akses jalan PT Bumi Siak Pusako (BSP). Area ini tertutup untuk umum dan berada dalam kawasan Taman Nasional Zamrud,” tegas Supartono, Jumat (16/1/2026).

Ia menambahkan, TN Zamrud merupakan bagian penting dari wilayah jelajah alami harimau Sumatera yang masuk dalam kantong habitat Semenanjung Kampar.

Artinya, kemunculan harimau tersebut adalah fenomena alamiah, bukan ancaman.
Peristiwa yang memicu kehebohan ini terjadi pada Rabu pagi (14/1). Dua pekerja PT BSP, Khaidir dan Dedi, mendadak berpapasan dengan sang predator di jalan depan Water Injection Plant (WIP).

Berjarak hanya sekitar 1,3 kilometer dari Pos BBKSDA Desa Dayun, momen langka itu direkam lewat gawai dan dalam hitungan jam, menyebar liar di media sosial.

Tak menunggu lama, tim BBKSDA Riau langsung turun ke lapangan. Hasilnya menguatkan fakta. Di dua titik berbeda, petugas menemukan jejak tapak kaki harimau sepanjang 12 sentimeter, membentang sejauh kurang lebih 1,8 kilometer. Bukti tak terbantahkan bahwa sang raja memang sedang berpatroli di wilayah kekuasaannya.

Namun di balik decak kagum publik, BBKSDA Riau menyampaikan peringatan serius. Supartono meminta masyarakat dan karyawan perusahaan tidak sembarangan merekam, apalagi menyebarkan video kemunculan harimau.

Menurutnya, viralitas bisa menjadi pedang bermata dua. Kepanikan massal dapat muncul, sementara keberadaan satwa langka justru terancam oleh perburuan, konflik, atau tindakan tak bertanggung jawab.

“Kami mohon video seperti ini tidak disebarluaskan. Demi ketenangan masyarakat dan demi keselamatan harimau Sumatera yang populasinya semakin terancam,” tegasnya.

Kemunculan sang raja hutan ini sejatinya bukan kabar buruk. Justru menjadi tanda bahwa hutan Zamrud masih hidup, bahwa alam Riau belum sepenuhnya menyerah.

Di tengah gempuran deforestasi dan konflik satwa-manusia, jejak harimau Sumatera di Siak adalah pengingat keras: hutan masih punya tuannya. Dan kali ini, ia hanya sedang lewat di rumahnya sendiri.

Editor : RRMedia
Sumber : Media Center
Komentar Via Facebook :