PMII Pekanbaru: Bea Cukai Riau Sedang Sakit, Hukum Dikuliti, Mafia dibiarkan Hidup

PMII Pekanbaru: Bea Cukai Riau Sedang Sakit, Hukum Dikuliti, Mafia dibiarkan Hidup

Foto: Ist

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Muhammad Arsyad, Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pekanbaru, menyatakan sikap keras, frontal, dan tanpa kompromi atas bobroknya penanganan kasus gudang rokok ilegal di Kota Pekanbaru. Apa yang terjadi hari ini bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan potret telanjang krisis kepemimpinan, krisis nyali, dan krisis integritas di tubuh Bea Cukai.

Penggeledahan gudang rokok ilegal tanpa satu pun tersangka adalah lelucon hukum yang memalukan. Dalam nalar hukum paling sederhana, tidak ada barang ilegal tanpa pelaku kejahatan. Ketika gudang digerebek, barang bukti disita, namun pelaku menghilang dari bidikan hukum, maka patut dicurigai: hukum sedang disandera, bukan ditegakkan.

Lebih busuk lagi, hingga hari ini rokok ilegal hasil penggeledahan belum juga dimusnahkan secara terbuka. Penundaan ini bukan sekadar soal administrasi—ini adalah alarm bahaya. Publik berhak curiga:
apakah sedang terjadi negosiasi di balik layar?

apakah ada kompromi antara aparat dan mafia? atau lebih parah apakah negara sedang bersekongkol dengan pelanggar hukum?

Penundaan pemusnahan adalah tamparan keras terhadap akal sehat publik dan pengkhianatan terhadap semangat pemberantasan kejahatan cukai.
PMII Kota Pekanbaru dengan tegas menyatakan: Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Riau dan Kepala Bea Cukai Pekanbaru telah gagal total.
Gagal memimpin.
Gagal memberi keteladanan.
Gagal melindungi kepentingan negara.
Gagal menjawab kegelisahan publik.
Dalam situasi seperti ini, pencopotan jabatan bukan tuntutan emosional, melainkan keniscayaan konstitusional.

Negara tidak boleh dipimpin oleh pejabat yang ragu menindak mafia dan gemetar menghadapi kejahatan terorganisir.
PMII menolak keras penegakan hukum kosmetik, ramai di awal, senyap di ujung. Negara tidak boleh kalah oleh mafia rokok ilegal, dan aparat tidak boleh berlindung di balik prosedur untuk menutupi ketidakberanian dan potensi pembiaran.

TUNTUTAN KERAS, TERBUKA, DAN TANPA TAWAR-MENAWAR
Mendesak Menteri Keuangan RI dan Dirjen Bea Cukai untuk SEGERA MENCOPOT Kepala Kanwil Bea Cukai Riau dan Kepala Bea Cukai Pekanbaru karena gagal total dan tidak layak memimpin penegakan hukum.
Memerintahkan pemusnahan seluruh rokok ilegal dengan cara dibakar di hadapan publik, disaksikan media dan masyarakat sipil. Tidak ada alasan administratif. Tidak ada penundaan.

Menetapkan tersangka secepatnya, mulai dari pemilik gudang, pemodal, hingga jaringan distribusi rokok ilegal di Pekanbaru.
Membuka data secara transparan dan jujur, termasuk jumlah barang bukti, merek rokok ilegal, serta potensi kerugian negara yang ditimbulkan.

Mengusut dugaan keterlibatan oknum aparat, siapa pun dia, jika terdapat indikasi pembiaran, perlindungan, atau permainan kotor dengan mafia rokok ilegal.

PMII Kota Pekanbaru menyampaikan ultimatum terbuka kepada Bea Cukai dan aparat penegak hukum:

Jika dalam waktu dekat tidak ada pemusnahan terbuka, penetapan tersangka, dan pencopotan pimpinan yang gagal, maka PMII akan menggelar aksi besar-besaran, menduduki Kantor Bea Cukai Riau dan Bea Cukai Pekanbaru, serta menyeret persoalan ini ke panggung nasional.

Ini bukan ancaman kosong.
Ini adalah perlawanan moral mahasiswa terhadap hukum yang dilemahkan oleh kepentingan kekuasaan.

PMII Kota Pekanbaru menegaskan dengan satu suara: Copot pejabat gagal. Tetapkan tersangka. Bakar rokok ilegal. Lawan mafia tanpa kompromi.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :