Malam Kebangkitan Askar Bertuah: PSPS Bungkam Persekat, Gamaroni Pecah Telur di Rumbai

Malam Kebangkitan Askar Bertuah: PSPS Bungkam Persekat, Gamaroni Pecah Telur di Rumbai

Foto: Ist

PEKANBARU, RANAHRIAU. COM- Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Jumat malam, tak sekadar menjadi arena pertandingan.

Ia menjelma panggung kebangkitan PSPS Pekanbaru. Di bawah tekanan laga penuh tensi, Askar Bertuah tampil matang dan tanpa kompromi, menundukkan Persekat Tegal dengan skor meyakinkan 2-0.

Sejak peluit awal dibunyikan, PSPS langsung menebar pesan: malam itu milik tuan rumah.

Agresivitas ditunjukkan sejak menit pertama, seolah dukungan suporter menjadi bahan bakar tambahan bagi pasukan Aji Santoso untuk menekan tanpa ragu.
Tekanan itu berbuah cepat.

Babak pertama belum berjalan jauh ketika Asir Asiz memecah kebuntuan. Berawal dari umpan cut back terukur dari sisi kanan, Asir menyambarnya dengan sepakan keras yang tak mampu dibendung kiper Persekat. Gol cepat. Stadion bergemuruh. PSPS unggul 1-0.

Keunggulan tersebut tak membuat PSPS lengah. Mereka tetap bermain disiplin, menjaga tempo, sekaligus memancing Persekat keluar dari sarangnya.

Tim tamu mencoba melawan, terutama di babak kedua, dan sempat menghadirkan momen paling menegangkan melalui Rocky Mandosir. Sepakan jarak jauhnya membuat stadion terdiambsebelum bola menghantam mistar gawang. PSPS selamat.

Namun justru di situ terlihat kedewasaan PSPS. Tidak panik, tidak terburu-buru. Peluang demi peluang terus dibangun meski pertahanan Persekat rapat.

Antonio Gamaroni sempat gagal memanfaatkan kesempatan emas di menit ke-80, sepakannya melenceng dan menyisakan gumaman kecewa dari tribun.

Saat laga tampak akan berakhir dengan skor tipis, PSPS menunjukkan kelasnya. Menit ke-89 menjadi titik penegasan.

Skema serangan rapi kembali diperagakan. Alfin Tuasalamony melepas crossing, Douglas menyentuh bola, dan di depan gawang—Antonio Gamaroni berdiri di tempat yang tepat. Satu sentuhan. Gol.

Gol perdana Antonio bersama PSPS. Gol yang bukan sekadar penutup kemenangan, tetapi simbol lepasnya beban dan awal cerita baru bagi penyerang asing tersebut. Skor berubah 2-0. Persekat runtuh secara mental. Sisa waktu tak lagi berarti.

Peluit panjang menutup laga dengan sorak sorai suporter. Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin. Ini adalah pernyataan: PSPS Pekanbaru kini lebih dewasa, tajam saat menyerang, disiplin saat bertahan, dan kejam di momen krusial.

Dan bagi Antonio Gamaroni, Rumbai akan selalu dikenang sebagai malam ketika ia benar-benar tiba bersama Askar Bertuah.

Editor : RRMedia
Sumber : Media Center
Komentar Via Facebook :