Drama Baznas Pekanbaru Memanas: Endar Muda Ungkap Mafia Isu, Tekanan Politik, dan Teror Rp10 Juta
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Bara isu korupsi kembali dilemparkan ke tubuh Baznas Kota Pekanbaru. Namun Ketua Baznas Pekanbaru Dr. Endar Muda, SH, MH tak tinggal diam.
Dengan nada tegas dan penuh tekanan, ia menyebut tuduhan itu “isu usang, basi, dan penuh kepentingan perebutan jabatan.”
Dalam pernyataannya, Endar membuka deretan fakta yang selama ini, menurutnya, sengaja tak disampaikan pihak-pihak yang ingin menjatuhkannya.
Empat tahun menjabat, Endar mengaku serangan tak pernah berhenti.
“Dari awal saya diganggu terus, hanya karena saya bukan orang Melayu dan bukan orang Pekanbaru,” ujarnya pedas.
Namun di tengah gempuran itu, ia menyodorkan data keras: pengumpulan zakat Baznas Pekanbaru naik dari Rp5,4 miliar menjadi Rp16,5 miliar.
“Kinerja berbicara. Coba bandingkan dengan sebelum saya menjabat,” imbuhnya.
Endar menyebut inti kekisruhan justru ada pada “syahwat kekuasaan” untuk memperebutkan kursi Ketua Baznas.
“Menurut regulasi, Ketua Baznas bisa mendapat gaji lima kali UMR. Siapa yang tidak tergiur? Jabatan saya selesai 2027. Sudah masuk 2026, ya pastilah ada yang mulai bergerilya,” sindirnya tajam.
Ia menegaskan kepemimpinan di Baznas bersifat kolektif, kolegial, dengan total lima pimpinan. “Tapi kenapa hanya saya yang ‘diobok-obok’? Itu yang janggal,” tukasnya.
Endar juga membantah keras narasi bahwa ada “desakan publik” agar Kejati Riau mengusut dugaan korupsi Baznas.
“Pertanyaannya: masyarakat yang mana? Setiap hari masyarakat justru memasukkan proposal bantuan ke Baznas. Fakta di lapangan tidak seperti yang diberitakan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh penyaluran dana zakat patuh pada Surat At-Taubah ayat 60 yang mengatur delapan golongan mustahik.
Endar menyebut Baznas Pekanbaru telah diaudit dua lembaga: Irjen Kemenag dan Akuntan Publik (AKP).
“Hasilnya? Tidak ada temuan. Bahkan kami meraih penghargaan dari Baznas RI tiga tahun berturut-turut,” bebernya.
Meski demikian, ia tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Kejati Riau.
Pernyataan paling mengejutkan muncul ketika Endar mengungkap dirinya telah diperas oleh orang tak dikenal.
“Dia ancam saya lewat WA, minta Rp10 juta. Kalau tidak diberi, berita akan dinaikkan. Semua chat-nya saya simpan. Saya pertimbangkan untuk melapor ke polisi,” katanya.
Modus seperti ini, menurut Endar, sudah sering dipakai oknum yang memanfaatkan isu untuk menekan pejabat tertentu.
Diakhir konfirmasi, Endar menyampaikan perumpamaan keras.
“Ada orang yang banyak amal, tapi masuk neraka karena memfitnah. Amal baiknya dipindahkan kepada yang difitnah, dan dosa orang yang difitnah dipindahkan kepada si pemfitnah. Itulah orang yang bangkrut.”
Ia menutup dengan doa: “Semoga orang yang membuat isu ini diberi ampunan dan hidayah oleh Allah SWT.”


Komentar Via Facebook :