PWI Pekanbaru Billiard Championship 2025: Arena Adu Presisi, Ego, dan Gengsi para Pewarta Riau
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Di tengah padatnya ritme pemberitaan dan panasnya dinamika ruang redaksi, PWI Pekanbaru justru menghadirkan sebuah panggung yang tak kalah kompetitif: PWI Pekanbaru Billiard Championship 2025. Sebuah turnamen yang bukan sekadar adu stik dan bola, tetapi juga adu presisi, stamina mental, dan gengsi antar pewarta yang selama ini lebih sering berduel lewat narasi di media.
Digelar 29 November 2025 di Golden Break Pekanbaru, ajang ini mendapat spotlight nasional karena akan dihadiri Sekjen PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang sinyal bahwa kompetisi ini bukan acara pinggiran, melainkan representasi kualitas organisasi pers di daerah.
Dengan dukungan PWI Riau dan POBSI Pekanbaru, panitia membidik 64 peserta, seluruhnya wartawan aktif se-Riau. Setiap peserta bahkan diberi dua slot, pengakuan tersirat bahwa pers Riau punya banyak “petarung meja hijau” yang siap menguji kemampuan, sekaligus mengukur ego siapa sebenarnya yang paling presisi.
Format pertandingan disusun profesional:
Race 5 mulai 64 hingga 16 besar
Race 6 untuk perempat final–semifinal
Race 9 sebagai klimaks final
Hadiah uang pembinaan dan medali menjadi bumbu, tetapi inti turnamen ini ada pada atmosfer: siapa jurnalis yang paling stabil, tenang, dan tajam—tak hanya di meja biliar, tetapi juga di dunia kerja yang keras?
Ketua PWI Pekanbaru Andre Zaky membaca konteks itu. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar hiburan musiman, tetapi ruang aman untuk merawat kewarasan insan pers yang selama ini hidup dalam tekanan deadline dan hiruk-pikuk politik informasi.
“Kami ingin menciptakan ruang positif setelah rutinitas pemberitaan yang melelahkan,” tegasnya.
Sebuah pengakuan halus bahwa profesi jurnalis hari ini bukan hanya melelahkan, tapi juga rawan menggerus mental bila tanpa wadah kebersamaan.
Andre juga menekankan sisi solidaritas: olahraga sebagai perekat—sesuatu yang semakin langka di tengah fragmentasi media, persaingan rating, dan rivalitas antarplatform.
Lebih jauh, ia menyisipkan visi jangka panjang: turnamen ini bukan sekadar hobi, tetapi kontribusi pada pembinaan olahraga biliar nasional.
Dengan kata lain, PWI ingin menunjukkan bahwa wartawan tak hanya mengkritik prestasi atlet, tetapi juga mampu mendukung ekosistemnya.
Di ujung pernyataannya, Andre memastikan kehadiran para tokoh pers: Zulmansyah Sekedang dan jajaran PWI Riau.
Kehadiran ini membuat atmosfer kompetisi kian bergengsi—bahkan sedikit politis—karena setiap panggung pers hari ini tak bisa sepenuhnya steril dari dinamika organisasi.
Pada akhirnya, PWI Pekanbaru Billiard Championship 2025 adalah cerita tentang wartawan yang sesekali menurunkan pena, menggenggam stik, dan membiarkan ketegangan pecah di atas meja hijau.
Sebuah turnamen yang lebih dari sekadar olahraga—ia adalah cermin, arena, dan panggung solidaritas insan pers di Riau.


Komentar Via Facebook :