Menyalakan Obor Keilmuan di Negeri Jiran

Milad UMAM, Tegaskan Identitas dan Misi Besar Muhammadiyah di Asia Tenggara

Milad UMAM, Tegaskan Identitas dan Misi Besar Muhammadiyah di Asia Tenggara

Foto: Ist

RANAHRIAU.COM- Universiti Muhammadiyah Malaysia didirikan oleh Persyarikatan Muhammadiyah pada tanggal 05 Agustus 2021 setelah memperoleh izin resmi dari Pemerintah Malaysia melalui Jabatan Pendidikan Tinggi pada Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia.

Berdirinya Universiti Muhammadiyah Malaysia telah diperjuangkan sejak awal tahun 2017 melalui tim yang dibentuk oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dimulai dengan mendirikan PT dengan nama University Consortium Muhammadiyah Malaysia (UCMM Konsortium Sdn. Bhd.) di Malaysia pada tanggal 08 Februari 2017.

Universiti Muhammadiyah Malaysia merupakan tonggak pertama berdirinya Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di luar negeri yang dimaksudkan sebagai perluasan gerakan mencerdaskan kehidupan bangsa dan pengembangan pendidikan tinggi di ranah global. Diawali dari kawasan bangsa serumpun di Asia Tenggara yang bertujuan mewujudkan persatuan antar bangsa untuk membangun peradaban Islam yang mencerahkan dan berkemajuan.

Di tengah riuh dinamika pendidikan tinggi yang kian kompetitif, Milad Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM)bukan sekadar seremoni tahunan.

Ia adalah deklarasi halus namun tegas bahwa gerakan pencerahan Muhammadiyah telah menyeberangi batas negara, membawa gagasan besar Islam Berkemajuan menancap di jantung negeri rantau.

UMAM berdiri seperti palu yang mengetuk kesadaran: bahwa dakwah intelektual bukan hanya tugas domestik, tetapi mandat global.

Di Malaysia sendiri, negara dengan tradisi pendidikan kuat dan lanskap multikultur yang kompleks, kehadiran universitas ini menjadi laboratorium baru untuk membuktikan bahwa nilai-nilai Muhammadiyah tidak hanya relevan, tapi mampu bersaing dengan institusi besar di kawasan.

Namun Milad kali ini juga menghidupkan pertanyaan kritis: Apakah UMAM akan mampu menjaga identitas keislaman yang progresif tanpa terjebak formalitas?

Mampukah ia menjadi pusat keilmuan yang tidak hanya memproduksi lulusan, tetapi juga melahirkan gagasan, riset, dan aksi nyata yang menggerakkan perubahan?

Jika UMAM ingin menjadi poros baru pendidikan berkemajuan di Asia Tenggara, maka Milad bukan hanya peringatan usia, tapi momentum untuk mengaudit diri.

Selain itu juga harus bisa memastikan kampus ini tidak sekadar “berlabel Muhammadiyah”, tetapi benar-benar menjadi ruang aman untuk berpikir cerdas, kritis, dan solutif.

Milad tahun ini semestinya dibaca sebagai pesan: Bahwa Indonesia melalui Muhammadiyah punya sesuatu yang layak diekspor ke dunia: etos keilmuan yang moderat, mencerahkan, dan membumi.

"Selamat Milad Universitas Muhammadiyah Malaysia. Teruslah menjadi mercusuar gagasan, bukan sekadar gedung bertuliskan nama besar. "

 

Penulis: Abdul Hafhiz AR, S. IP, Ketua Bidang Digitalisasi dan Informasi Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammmadiyah Riau. 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :