Zukri 2.0: Masa Baru, Energi Sama, Tekanan Lebih Tinggi

Zukri 2.0: Masa Baru, Energi Sama, Tekanan Lebih Tinggi

Foto: Ist

RANAHRIAU.COM- Kembalinya Zukri Misran sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Riau bukan berita biasa. Ini bukan sekadar hasil konferda yang ditutup dengan tepuk tangan formalitas.

Ini adalah pernyataan keras: masih terlalu dini untuk menepikan Zukri dari panggung utama PDIP Riau.

Di saat banyak partai masuk mode eksperimen politik, PDIP justru menunjukkan satu hal yang jarang ditemukan di Riau: ketegasan memilih kontinuitas daripada kegaduhan.

Zukri Terpilih Lagi, dan Itu Bukan Kebetulan

Di dunia politik daerah yang penuh intrik, tidak ada jabatan strategis yang jatuh dari langit. Semua melalui pertarungan, meski tidak selalu terlihat.

Terpilihnya kembali Zukri menunjukkan ia masih pemain dengan napas paling stabil dan dukungan paling nyata di internal PDIP Riau.

Kalau ada yang bilang keputusan ini “sudah diatur,” justru itu pengakuan lain bahwa:
Zukri cukup kuat hingga tidak bisa tidak diperhitungkan.

Kader Butuh Pemimpin, Bukan Pemanas Ruangan

Banyak orang bisa duduk di kursi ketua, tapi tidak semua mampu membuat kursi itu bekerja.

Zukri, dengan segala gaya politiknya yang realistis dan tidak banyak drama, telah membuktikan satu hal penting: ia tidak membiarkan PDIP Riau tenggelam dalam konflik internal yang menguras energi.

Di saat partai lain sibuk memadamkan api rumah tangga, PDIP Riau di tangan Zukri justru lebih tenang dan fokus membangun mesin.

Dan di politik, ketenangan adalah modal kekuatan.

Mengapa Ini Penting? Karena 5 Tahun ke Depan Akan Brutal

Riau sedang memasuki era politik yang lebih kompetitif: Gerindra makin agresif, Golkar masih kokoh, PKB naik daun, dan Demokrat kembali menggeliat.

Ini bukan waktu yang tepat untuk coba-coba menaruh pemula di posisi strategis.

PDIP butuh nakhoda yang sudah tahu lokasi badai dan tahu cara menyeberanginya.

Karena itu, mempertahankan Zukri bukan mempertahankan status quo.
Ini mempertahankan ritme sebelum masuk sprint panjang.

Di Balik Gaya Tenang, Ada Mesin yang Bekerja

Zukri bukan tipe pemimpin yang suka sorotan kamera setiap hari. Namun dalam struktur partai, justru itu yang membuatnya disukai: lebih banyak bekerja daripada berbicara.

Struktur rapi, hubungan DPD–DPP harmonis, dan friksi kader bisa diredam sebelum menjadi skandal.
Ini kerja yang jarang terlihat, tapi sangat dirasakan.

Dan itu alasan paling masuk akal mengapa kursinya masih miliknya.

Zukri Tidak Hanya Dipilih- Dia Dibutuhkan

Kemenangan ini bukan hadiah. Ini pengakuan.

Bahwa di tengah kerasnya peta politik Riau, PDIP masih butuh figur yang tidak hanya kuat di struktur, tetapi juga kuat mengatur ritme pertarungan.

Terpilihnya kembali Zukri adalah sinyal kepada lawan politik: PDIP Riau belum selesai. Dan mereka memilih bertarung dengan orang yang tahu medan, bukan yang baru belajar membaca kompas.

Sekarang tinggal satu hal: Zukri harus membuktikan bahwa kepercayaan kedua bukan sekadar pengulangan, tetapi percepatan.

Jika ia berhasil, maka sejarah PDIP Riau lima tahun ke depan akan menulis satu kalimat tegas: “Zukri bukan hanya kembali ia mengukuhkan diri.

Penulis : Abdul Hafidz AR, S. IP, Wakil Ketua Bidang Tani dan Nelayan DPD Repdem Provinsi Riau

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :