Puisi tentang Ayah: Seblang Simplex, karya Ike Novita Indraswari
Seblang Simplex
: Bapak Sukani
Oleh: Ike Novita Indraswari
1/
Bapak selalu mendahului matahari, agar lebih banyak detik tergenggam jari
Ayam jago masih duduk manis di ranting pohon kopi, kokoknya belum terdengar panggil pagi
Namun langkah sudah belah sunyi Alas Gunung Gedhang
Embus angin sentuh siapa saja yang datang, goyangkan rumpun nyali pelan
Burung, cenggaret dan serangga hutan bersahutan cipta suara alam
Kadang terdengar seperti ditabuh ngeri yang berasal dari entah
Namun, adakah yang lebih seram dari kosongnya pendaringan?
2/
Harapan bertunas diantara banyak duri pada tubuh Nanas Simplex, seakan menyapa minta ditaklukkan
Oleh kulit telapak yang telah ditebalkan waktu
Tiap hari dia seblang beribu batang untuk dapatkan uang
Dua lapis sarung tangan belum cukup untuk tepis perlawanan
Sadar, dia dan duri hanya ingin saling bertahan
3/
Dirikan harimu seperti tubuh nanas, tegak tak goyah oleh distraksi
Gersang lahan hidup tidak buat kuat berkurang
Fokus, hasilkan manis buah di dalam
Simpan nikmat dalam tajam tameng perlindungan
2025
Ike Novita Indraswari, penulis asal Blitar, Jawa Timur yang saat ini berada di Taiwan sebagai Pekerja Migran Indonesia. Ingin menulis untuk mengungkapkan isi hati dan mengekalkan diri dalam karya puisi. Bisa dikunjungi di akun IG: @mamatangkas


Komentar Via Facebook :