Bahlil Absen di Musda Golkar Riau, Yulisman Sapu Bersih dukungan, Jalan Kursi Ketua Terbuka Lebar

Bahlil Absen di Musda Golkar Riau, Yulisman Sapu Bersih dukungan, Jalan Kursi Ketua Terbuka Lebar

Foto: Ist, sumber foto: Cakaplah.com

PEKANBARU – Aroma panas Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Provinsi Riau makin terasa menyengat. Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, dipastikan tidak akan hadir dalam hajatan politik terbesar partai beringin di Bumi Lancang Kuning itu, yang digelar Sabtu (8/11/2025) pagi di Hotel Grand Central Pekanbaru.

Ketidakhadiran Bahlil sontak menimbulkan beragam tafsir politik di kalangan kader dan pengamat. Apalagi, isu dominan yang berembus menyebut bahwa Musda kali ini sudah “dikunci” untuk satu nama: Yulisman, yang kabarnya telah mengantongi restu penuh dari mayoritas pemilik suara.

Sekretaris Steering Committee (SC) Musda, Gumpita, membenarkan absennya sang Ketum. Namun, Bahlil disebut telah menerbitkan surat mandat dan menugaskan 8 orang utusan DPP, termasuk Waketum Ahmad Doli Kurnia, yang juga merangkap Plt Ketua DPD I Golkar Riau, untuk memimpin jalannya Musda.

“Ketum Bahlil tidak hadir. Tapi ada surat mandat dari beliau. Ada rombongan dari DPP, salah satunya Pak Doli,” ujar Gumpita kepada awak media, Jumat malam (7/11/2025).

Sementara itu, Yulisman, yang malam tadi resmi mendaftar sebagai kandidat Ketua DPD I Golkar Riau, dikabarkan sudah mengantongi seluruh dukungan suara dari pemilik mandat sah. Situasi ini membuat suasana Musda terkesan lebih formalitas ketimbang kompetisi.

Sumber internal partai bahkan menyebut, tidak ada lagi ruang bagi calon lain untuk “melawan arus”. Semua dukungan disebut telah “terpagar rapat” di kubu Yulisman, menandakan bahwa Musda besok bisa saja hanya menjadi ajang penegasan skenario DPP, bukan arena pertarungan ide dan visi.

Namun, di balik kemapanan itu, beberapa kader senior di Riau disebut gerah dengan pola Musda yang dianggap sudah dikondisikan. “Golkar Riau butuh regenerasi dan keterbukaan, bukan penunjukan,” cetus seorang kader yang menolak disebutkan namanya.

Meski tanpa kehadiran Bahlil, Musda XI Golkar Riau dipastikan tetap digelar tepat waktu, dimulai pukul 10.00 WIB. Tapi satu hal yang kini jadi tanda tanya besar:
Apakah Musda kali ini akan menjadi ajang konsolidasi politik yang demokratis—atau sekadar ritual pengukuhan kekuasaan dari Jakarta?

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :