Tak Sekedar Mengatur, Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat ubah Wajah Lalu lintas Riau

Tak Sekedar Mengatur, Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat ubah Wajah Lalu lintas Riau

Foto: Ist

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Kota Pekanbaru yang biasanya macet dan riuh saat libur panjang kini terasa lebih tertib dan bernapas lega. Di balik kelancaran itu, ada satu nama yang jadi pusat perhatian: Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, Direktur Lalu Lintas Polda Riau yang tak hanya bekerja di balik meja, tapi turun langsung menata jalanan kota dengan visi tegas dan pendekatan manusiawi.

Saat sebagian pejabat sibuk berfoto dan berpidato, Kombes Taufiq memilih kerja nyata. Ia memimpin langsung barisan lalu lintas dengan strategi yang disebutnya “kolaborasi cerdas” — menggandeng Dinas Perhubungan Provinsi, Pemko Pekanbaru, dan Satlantas Polresta Pekanbaru untuk menata arus kendaraan di setiap simpul kemacetan.

Langkahnya bukan basa-basi. Di tengah gelombang kendaraan long weekend, Ditlantas Polda Riau menambah kekuatan personel dari Ditsamapta, menebar pengawasan di titik-titik rawan seperti Traffic Light Mall SKA, Sudirman, Ciputra, Ramayana Panam, hingga simpang Garuda Sakti dan Tabek Gadang.
Semua titik panas disapu dengan pola patroli bergantian, pengaturan lalu lintas intensif, dan pemantauan CCTV 24 jam.

"Kami tidak hanya berdiri di jalan. Kami ingin masyarakat merasakan langsung kehadiran Polantas yang benar-benar menjaga, bukan sekadar menilang,” tegas Kombes Taufiq dengan suara mantap saat ditemui di pos pantau Sudirman.

Ia juga mengerahkan tim pemantau ke Tol Pekanbaru–Dumai dan Tol Bangkinang–XIII Koto Kampar, memastikan arus mudik dan wisata berjalan tanpa hambatan. Di setiap ruas tol, pos pantau hidup siang dan malam — sinyal kuat bahwa Ditlantas tak pernah tidur ketika rakyatnya bergerak.

Yang menarik, Taufiq tidak hanya bicara soal arus kendaraan. Ia membawa semangat baru: Green Policing — gerakan ramah lingkungan yang diselipkan dalam setiap edukasi Polantas Menyapa.

“Menjaga kelancaran lalu lintas juga bagian dari menjaga bumi. Asap kendaraan berkurang jika tidak macet, waktu tempuh efisien, dan warga lebih nyaman,” ujarnya.

Pendekatan ini membuat Polantas di Riau tampil beda: bukan hanya petugas berseragam, tapi mitra jalanan yang humanis, mendidik, dan inspiratif.
Setiap personel tak sekadar mengatur kendaraan, tapi juga menyapa pengendara, memberi imbauan sopan, dan mengingatkan pentingnya helm SNI dan surat kendaraan tanpa nada mengancam.

“Polantas sekarang bukan penjaga tilang, tapi pelayan masyarakat. Kami ingin membangun budaya tertib, bukan ketakutan,” ujar Taufiq, disambut tepuk tangan warga yang tengah melintas di pos.

Program Polantas Menyapa kini jadi wajah baru kepolisian di Riau — menghapus jarak antara aparat dan rakyat. Efeknya terasa nyata: pengendara lebih patuh, arus lebih lancar, dan suasana jalan lebih tenang.

Tak berlebihan jika publik menyebut Kombes Taufiq sebagai “arsitek ketertiban lalu lintas Riau.” Di tangannya, jalan bukan lagi sekadar jalur kendaraan, tapi cermin budaya tertib dan aman masyarakat modern.

“Kami hadir untuk melayani dengan hati, bukan hanya dengan peluit,” tutup Taufiq.
Sebuah kalimat sederhana yang kini menggema di seluruh Riau menandakan perubahan nyata bahwa di balik helm putih Polantas, ada niat tulus untuk menjaga marwah jalanan negeri Lancang Kuning.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :