Pesona Malam di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo: Kilau Cahaya dan Kedamaian yang Menyentuh Hati
Foto: Ist
RANAHRIAU.COM— Saat malam tiba, suasana di kawasan Gilingan, Banjarsari, Solo, berubah menjadi panorama cahaya yang memukau.
Di tengah gemerlap kota yang mulai meredup, berdiri megah Masjid Raya Sheikh Zayed, simbol persahabatan antara Indonesia dan Uni Emirat Arab.
Masjid ini menjadi magnet baru bagi wisatawan religi yang ingin menikmati keindahan arsitektur Islam modern di bawah langit malam Kota Bengawan.
Begitu memasuki area masjid, mata langsung disambut pemandangan menakjubkan.
Cahaya putih kekuningan dari lampu-lampu taman memantul di dinding marmer yang berkilau, menciptakan suasana elegan dan damai.
Kubah besar dan empat menara tinggi menjulang anggun, sementara air mancur di pelataran depan menari lembut di bawah sinar lampu warna-warni.
Meski sudah malam, kawasan masjid tetap ramai oleh pengunjung. Beberapa jamaah datang untuk salat Isya berjamaah, sementara yang lain sekadar berjalan santai di halaman sambil berfoto.
Tidak sedikit keluarga yang duduk di tangga serambi, menikmati udara malam Solo yang sejuk dan bersih.
“Kalau malam, suasananya lebih menenangkan. Lampu-lampunya indah sekali,” ujar Arif, salah satu pengunjung asal Karanganyar yang datang bersama keluarganya.
Memasuki ruang utama masjid, suasana berubah menjadi hening dan khusyuk. Interiornya memadukan kemegahan arsitektur Timur Tengah dengan detail kaligrafi berwarna emas.
Lampu gantung kristal besar yang menggantung di tengah ruangan memancarkan cahaya lembut, menambah kesan sakral di setiap sudut.
Ruang salat terasa luas, mampu menampung ribuan jamaah. Lantai marmer yang dingin dan karpet tebal berwarna biru tua memberi kenyamanan bagi siapa pun yang menunaikan ibadah.
Di tengah keindahan itu, suara imam melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan tartil yang merdu, menggema ke seluruh ruangan.
Usai salat, sebagian jamaah memilih duduk berzikir, sementara yang lain mengambil waktu untuk berfoto di serambi luar.
Dari pelataran depan, pemandangan masjid di malam hari begitu memesona. Kubah putih yang disinari lampu tampak bersinar lembut, menara-menara tinggi seolah menusuk langit, dan bayangan pantulan air dari kolam di sekitarnya menciptakan efek visual yang menenangkan.
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ikon wisata religi dan arsitektur modern Islam di Indonesia.
Diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Uni Emirat Arab, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, pada November 2022, masjid ini merupakan replika dari Masjid Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi.
Dengan luas mencapai 8.000 meter persegi dan daya tampung hingga 10.000 jamaah, masjid ini kini menjadi salah satu destinasi malam paling menarik di Solo.
Banyak pengunjung datang hanya untuk merasakan ketenangan spiritual, berfoto, atau sekadar menikmati suasana damai di tengah gemerlap lampu yang menenangkan hati.
Di bawah langit malam yang temaram, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo memancarkan pesan damai: bahwa kemegahan sejati bukan hanya dari bangunan yang indah, tapi dari kedamaian yang dirasakan setiap orang yang datang beribadah di dalamnya.
Penulis : Abdul Hafidz AR, Pimred ranahriau.com


Komentar Via Facebook :