Puisi tentang Pendaki: Sepi Sebelum Pagi, karya Mar Marasabessy
Sepi Sebelum Pagi
Oleh: Mar Marasabessy
Malam patah
sebelum sayap matahari mengembang
dalam sunyi semesta
di bawah atap bumi sasak
pengembara hilang jejak
setelah berat langkah
menggurat butir-butir pasir
di tanah yang labil
Padahal puncak telah dekat
mimpi hampir sempurna
namun cemara nunggal
lebih memilih
merenggut mimpi
sebelum pagi
Lalu segara anak
disekap sepi
juliana menjelma sosok terpilih
bersama desir angin
yang membawa hawa dingin
selimuti rinjani
sekali lagi
Ambon, 7 Juli 2025
Mar Marasabessy. Penyuka puisi sejak bangku sekolah, tapi baru mulai mencoba belajar menulis pada tahun 2018 setelah dihadiahi sebuah puisi akrostik oleh seorang sahabat. Meski sudah terasa agak 'telat', tapi semangat masih belum redup, sehingga mengikuti beberapa kelas puisi online membuat semangatnya makin menyala, dan masih berharap puisi-puisi 'receh'nya dapat diterima di hati para pembacanya. Pemilik bintang virgo ini dapat ditemui di Facebook dengan akun Mar Marasabessy dan IG: @mar_marssy.


Komentar Via Facebook :