Tahun Depan Akan Diperlombakan, Perahu Baganduang Lubuk Jambi Semakin Menyita Perhatian

Tahun Depan Akan Diperlombakan, Perahu Baganduang Lubuk Jambi Semakin Menyita Perhatian

Festival Parahu Baganduang, Lubuak Jambi

KUANSING, RANAHRIAU.COM - Festival Budaya Perahu Baganduang kembali diadakan dan semakin menyita perhatian publik setelah terhenti selama masa pandemi covid-19.

Acara tersebut berlangsung Sabtu (07/05/2022) Siang, di Lubuk Jambi, Tepatnya di Tepian Muko Lobuah desa Banjar Padang kecamatan Kuantan mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Riau.

Hadir dalam acara tersebut, Drs. H. Suhardiman Amby Plt Bupati Kuansing, Forkopimda, Kepala OPD, Ninik Mamak, Penghulu Adat, Bundo Kandung, Cerdik Pandai, Alim Ulama, Tokoh Pemuda, serta ribuan pengunjung dari sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi

​​​​​​

Salah seorang pemangku adat Kuansing, Datuk seri Pebri Mahmud, S.Stp. M.Eng menerangkan bahwa, Perahu Baganduang merupakan kendaraan adat yang digunakan untuk Menjemput limau, Mengangkut hasil panen, dan upacara-upacara Adat, serta menjadi simbol Adat Kuantan Singingi

Dikatakan Pebri Mahmud, Tradisi Perahu baganduang yang dilaksanakan oleh masyarakat adat Lubuk Jambi Gajah Tunggal sampai saat ini masih dilestarikan karena mengandung nilai-nilai etika, budaya, moral, dan simbol-simbol bermakna.

"Perahu baganduang itu adalah Kendaraan tradisional yang dulunya jalur transportasi melalui sungai. Kendaraan tradisional ini dibuat sebagai wujud kegembiraan masyarakat adat seperti pada hari raya Idul Fitri, Mengunjungi Pemangku Adat, kemudian apabila Panen berhasil maka dijemput dengan menggunakan Perahu Baganduang ini," ujar Pebri

Selanjutnya, Plt. Bupati Kuantan Singingi Drs. H. Suhardiman Amby, Ak. MM., Juga berjanji kedepan akan memperlombakan semua kebudayaan yang bersifat lokal yang dianggap sebagai pintu masuk pariwisata terutama Festival Perahu Baganduang

"Ya, Acara hari ini adalah sebuah acara ivent kebudayaan lokal yang sudah kita promosikan ditingkat nasional, dan sudah diakui sebagai kebudayaan nasional oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia," kata Datuk Panglimo Dalam Suhardiman Amby.

Plt. Bupati Suhardiman Amby menambahkan, bahwa acara ini telah menampilkan kearifan lokal nya, keaslian masalalu nya, walaupun sudah dikemas dengan berbagai kegiatan-kegiatan lainnya.

"kedepan akan menjadi lebih unik lagi yang kita tampilkan, semua kegiatan kebudayaan bersifat lokal yang kita anggap sebagai pintu masuk pariwisata. Karena, kebudayaan daerah kita merupakan kebudayaan yang berbudaya," cetusnya

"Semuanya akan kita perlombakan tahun berikutnya, sehingga akan mengundang antusias wisatawan mancanegara," sambung Suhardiman Amby

Terakhir Plt. Bupati Suhardiman Amby berpesan kepada panitia untuk lebih mempersiapkan konsepnya agar kebudayaan yang kita tampilkan betul-betul original, kemudian menyiapkan kebutuhan-kebutuhan masyarakat seperti oleh-oleh pulangnya, mungkin ada nanti semacam batik, makanan khas lokal seperti Lomang, dan lain sebagainya.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :