Pengamat Ekonomi Gregetan, Kasus Pembobolan BRK masih menyimpan tanda tanya

Pengamat Ekonomi Gregetan, Kasus Pembobolan BRK masih menyimpan tanda tanya

Pembobolan Bank Riau Kepri (BRK) Terus menjadi sorotan publik, Pasalnya dengan minim pengawasan memungkinkan terbuka nya celah untuk meraup keuntungan pribadi dari Uang Nasabah.

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM - Terkait hal itu, Pengamat Ekonom Riau, Viator Butar Butar "Gregetan" melihat kasus yang masih menyisakan tanda tanya. Kata dia, ada beberapa hal yang menjadi penyebab sebuah bank bisa dibobol, antara lain Karakter serta watak Pekerja.

"Pembobolan bank bisa terjadi karena 3 Hal. Pertama, watak pekerjanya, Amanah yang diembankan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, Kedua, lemahnya manajemen sistem informasi bank, Seyogyanya, dengan IT system yang baik dan manajemen yang baik, setiap "kelainan" di cabang bisa segera terdeteksi pimpinan cabang dan Kantor direksi. Ketiga, lemahnya pengawasan dan pembinaan oleh pimpinan puncak ke divisi dan cabang. Dari pimpinan cabang ke staff," Paparnya kepada pewarta ranahriau.com, Selasa (27/07/2021) di Pekanbaru.

Viator mengatakan,  Kejadian seperti di BRK juga akibat efek dari  tidak jalannya fungsi pengawasan oleh Dewan Direksi dan Dewan Komisaris. jika hal ini dibiarkan berlarut-larut maka akan menyebabkan efek yang luar biasa.

"Dari perspektif perbankan dan masyarakat, kejadian-kejadian pembobolan rekening nasabah akan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan. Selama ini kan, Nasabah menyerahkan dan menyimpankan uang mereka ke bank karena dua alasan utama: satu; rasa aman dan nyaman. Kedua, suku bunga. Yg faktor kedua ini utamanya bagi orang-orang kaya dengan kelebihan uang dan harta," imbuhnya.

Lebih lanjut Pengamat yang sering memantau perkembangan di Bank Riau ini menyebut, Kalau di BRK banyak terdengar pembobolan dan korupsi, kepercayaan masyarakat akan turun kepada bank tersebut, bahkan mungkin terjadi pengalihan ke bank lain. Bank bisa terpuruk, efeknya tak ada lagi sumber dana masyarakat berupa tabungan dan deposito serta rekening giro.

"Kalau isu pembobolan bank dan kasus gratifikasi atau korupsi terus mendera BRK dan berkepanjangan tanpa kejelasan, masyarakat akan kehilangan trust (Kepercayaan,red), Potensial mendorong penutupan rekening atau pengalihan ke bank lain Dan bukan tidak mungkin terjadi rush, penarikan besar-besaran. Tergantung bagaimana nasabah merespon. Kalau ada yang ngomporin, bukan tidak mungkin ketidak jelasan status BRK sekarang, tetap bank umum atau syariah bisa memicu lebih cepat rush. Sampai sekarang banyak masyarakat yg memiliki rekening di BRK karena Terpaksa. Contoh PNS provinsi, oleh gubri Syamsuar diwajibkan ke BRK. Mitra kerja Pemprov dan pemkab didorong utk membuka rekening di BRK. Kalau tak ada itu, entah bagaimana penggalangan dana BRK ini," Tandasnya.

Sampai berita ini ditayangkan, Direktur Bank Riau Kepri, Andi Buchori masih belum memberikan klarifikasi terkait permasalahan bank yang dinakhodainya.

Bahkan, Dihubungi melalui selular dan via Whats App Direktur BRK belum merespon pertanyaan wartawan ranahriau.com.

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :