Ketua DPD IMM Riau Prihatin dengan penanganan Covid yang dinilai Lamban

Ketua DPD IMM Riau Prihatin dengan penanganan Covid yang dinilai Lamban

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Peningkatan persebaran corona virus meningkat drastis, mengantarkan Provinsi Lancang Kuning peringkat ke-5 di Indonesia menyusul Kalimantan Timur pada peringkat ke-6 dan setelah Aceh (goriau.com). terjadi penambahan tertinggi positif Covid-19 di Provinsi Riau yakni sebanyak 223 kasus di hari Sabtu (12/9/20). Total hingga kini mencapai 3.566 kasus, hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Riau Hj Mimi Yuliani Nazir (riaulantang.com). Sedangkan angka kematian meningkat Terhitung saat 13 semptember pasien meninggal di Provinsi Riau berjumlah 70 orang. 

Menyikapi hal tersebut, Muhammad Aulia Zia selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Riau menyampikan ucapan belasungkawa terhadap keluarga korban yang meninggal “Saya turut berduka cita atas meninggalnya masyarakat akibat corona virus", ujarnya.

Zia juga menyampaikan keprihatinan atas lambannya penanganan pencegahan penularan penyebaran cvid-19 di provinsi riau, terlabih ketua gugus tugas covid Provinsi Riau di pimpin oleh Syamsuar yang juga menjabat sebagai Gubernur Provinsi Riau. Ia juga mengatakan bahwa pemerintah faktualnya tidak pro aktif dalam mencegah transmisi penyebaran covid-19.

Pasien yang dinyatakan terpapar covid bukan hanya dari masyarakat, tapi juga dari pejabat daerah dan public figur, seperti Bupati Rohil (Suyatno), Ketua KPU Provinsi Riau (Ilham Yasir) dan juga Rektor Uir (Dr Syafrinaldi). Hal tersebut memperlihatkan bahwa di tempat fasilitas umum pun tindakan pencegahan penyebaran covid-19 tidak mampu di organisir dengan tepat dan cermat.

Zia juga menyayangkan, bahwa Anggaran yang diperuntukkan untuk penanganan Covid-19 tidak transparan dan akuntabel, “seharusnya disampaikan ke publik secara utuh dan informatif” ucapnya. Bantuan untuk masyarakat hingga saat ini juga belum mampu di distribusikan dengan baik. Ia melanjutkan, bahwa hal tersebut memperlhatkan komuikasi yang buruk di internal Pemerintah dan Gugus Tugas, terlebih antara pemda dan pemko Pekanbaru. Ia menyanyangkan hal tersebut, Seharusnya kita harus memiliki narasi dan tindakan yang sejalan bersama mengatasi persebaran covid, bukan malah sibuk mengurusi paslon yang maju di pilkada mendatang", ungkapnya.

Hinga saat ini, uapaya yang dilakukan dan ingin dilakukan tidak sampai kepublik, yang terdengar hanya informasi peningkatan pasien terpapar covid. Muhammad Aulia Zia meneruskan, berdasarkan hasil diskusi dan kajian internal Badan pengurus Harian DPD IMM Riau, bahwa untuk mengatasi hal diatas, kami mendorong pemerintah provinsi riau (Gugus Tugas) melakukan karantina wilayah untuk menghentikan persebaran covid-19 melalui kebijakan BUKAN SEKEDAR HIMBAUAN. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Jangan lagi ditunda karena kalau dibiarkan kasus positif COVID-19 akan terus meningkat dan terus menelan korban,". Segera kucurkan kompensasi lalu terapkan karantina wilayah, "Yang penting bantuan itu nyata dan ada dirasakan masyarakat” dan kami berharap masyakat yang merasakan dampak Covid-19 diperhatikan secara serius, seperti UMKM, Masyarakat yang kehilangan pekerjaan atau di PHK Oleh perusaan begitu juga dengan anak sekolah yang memerlukan fasilitas kuota untuk mengikuti pembelajaran.

saya berharap kepada gubernur agar tegas dan bijak dalam menangani covid agar tak semakin memburuk dikemudian hari.semoga kita selalu diberi kesehatan dan semangat dalam menjalankan kerja kerja keumatan dan utk kemaslahatan umat", pungkasnya.

 

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :