Ini Penyebabnya
Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan Riau Menurun
PEKANBARU, RanahRiau.com - Badan Pusat Statistik Riau mencatat nilai tukar petani Riau untuk subsektor tanaman pangan atau padi dan palawija Januari 2016 tercatat 105,52 persen atau menurun 1,73 persen dibandingkan Desember 2015 tercatat 107,27 persen.
"Penurunan ini disebabkan indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan sebesar 0,94 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,71 persen," kata Kepala BPS Riau Mawardi Arsad dalam keterangan di Pekanbaru, Selasa.
Turunnya indeks harga yang diterima petani ini disebabkan oleh turunnya indeks harga kelompok padi sebesar 1,68 persen khususnya komoditas gabah.
Disebutkan, naiknya indeks harga yang dibayar petani disebabkan oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,73 persen khususnya bawang merah, beras, daging ayam ras, rokok kretek filter, bawang putih
dana lainnya.
"Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) yang naik sebesar 0,57 persen khususnya upah menuai dan memanen, upah menanam, upah mencangkul dan lainnya," katanya.
Ia menjelaskan bahwa, nilai tukar petani adalah perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani dan dinyatakan dalam persentase.
Nilai tukar petani merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kesejahteraan petani, dengan mengukur kemampuan tukar produk yang dihasilkan atau dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani baik untuk proses produksi maupun untuk konsumsi rumah tangga petani. (Ant)


Komentar Via Facebook :