Soal Naker TA

Koalisi Rakyat Dumai Minta Pertamina Dapat Sanksi Tegas

Koalisi Rakyat Dumai Minta Pertamina Dapat Sanksi Tegas

DUMAI, RanahRiau.com - Perusahaan PT. Pertamina RU II Dumai harus mendapat sanksi tegas terkait mempekerjakan tenaga kerja Turn Around (TA) yang tidak dilaporkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai.

Penegasan itu terungkap pada pertemuan yang berlangsung di Kantor Disnakertrnas Dumai bersama manajemen PT Pertamina RU II Dumai, Disnakertrans, LAM, Koalisi Rakyat Dumai, Persekutuan masyarakat Dumai, KADIN, HIPMI, Rabu (3/2/16).

Koalisi Rakyat Dumai dan Persekutuan Masyarakat Dumai meminta pelanggaran Undang-undang yang dilakukan Pertamina Dumai dalam rekrutmen naker Turn Around harus diberi sanksi tegas. Karena tindakan yang dilakukan Pertamina telah menimbulkan diskriminasi bagi masyarakat Dumai.

"Karena tak ada pengumuman dan tak memberikan kesempatan pada masyarakat tempatan untuk bekerja dalam TA tersebut sudah sepantasnya Pertamina mendapatkan sanksi tegas. Masa perusahaan sekelas Pertamina tidak mengerti aturan," kata Muhammad Hasbi.

Dijelaskannya, pelanggaran yang dilakukan sangat besar, apalagi perusahaan yang ada sebagian vendor lokal sebanyak 76 tak melapor ke Disnakertrans. Seharusnya Pertamina bisa menekan seluruh perusahaan agar melapor ke Disnakertrans. Tapi apa yang dilakukan Pertamina, hal itu tak dilakukan.

Sedangkan pengurus LAM Dumai, Saharudin menambahkan keberadaan Pertamina hanya mendatangkan mudaratnya saja pada masyarakat Kota Dumai, ketimbang manfaatnya. Ada unsur kesengajaan yang dilakukan Pertamina bagi masyarakat dan dalam pekerjaan Truk Around.

"Kita sangat menyesalkan apa yang dilakukan perusahaan semi plat merah ini. Perusahaan milik negara tidak tertib administrasi dalam mempekerjakan tenaga kerja. Kami minta pemerintah daerah untuk melakukan tindakan tegas kepada Pertamina," tegasnya.

Hingga saat ini pertemuan yang berlangsung di Kantor Disnakertrans Kota Dumai masih berlangsung. Sejumlah argumen tentang pelaporan tenaga kerja dan rekrutmen masih menjadi topik pembahasan. (Rtc)

Editor : Hafiz
Komentar Via Facebook :