terindikasi terlibat kasus hukum

LSM Koalisi Indonesia Bersih minta OJK jeli dalam rekam jejak kasus

LSM Koalisi Indonesia Bersih minta OJK jeli dalam rekam jejak kasus

Besok Bank Riau Kepri Gelar RUPS, LSM Ini Minta OJK 'Pelototi' Rekam jejak kasus calon direksi

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM - Besok Jumat (17/1/2820) siang, Bank Riau Kepri menggelar rapat pemegang saham (RUPS) dengan agenda menetapkan calon komisaris dan direksi untuk dikirim ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketua LSM Koalisi Indonesia Bersih (KIB) Riau meminta OJK 'memelototi' rekam jejak masing-masing calon, terutama calon direksi karena ada yang terindikasi terlibat kasus hukum. 

"Bank Riau Kepri adalah bank kebanggaan masyarakat Riau, tentunya harus diurus oleh orang-orang memiliki kompetensi, kapasitas, dan berintegritas serta memiliki track record yang baik. Kita minta OJK 'memelototi' betul rekam jejak calon direksi, karena ada yang terindikasi terlibat kasus hukum," ujar Ketua LSM KIB Riau, Hariyadi SE. 

Menurutnya, peserta RUPS harus jeli memilih direksi BRK lantaran dari  informasi yang mereka peroleh, sejumlah calon direksi BRK diduga terlibat kasus hukum, bahkan sudah ada yang diperiksa jajaran Kejaksaan Tinggi Riau. 

"Kita mendesak Kejati Riau segera ungkap dugaan mark up proyek pemasangan iklan garbarata Bank Riau Kepri di Bandara Sultan Syarif Kasim II senilai Rp1,7 miliar. Dan, proyek pengembangan  IT (Videotron) senilai Rp20 miliar, diduga terlibat petinggi BRK termasuk DMA," ungkapnya.

Pihaknya juga mendesak Kejati Riau ungkap dugaan menghamburkan dana senilai kurang lebih Rp600 juta untuk rekonsiliasi Bendahara Umum Daerah pada tahun 2018, diduga dilakukan MJ. "Terakhir, kita mendesak Kejati Riau membongkar dugaan pelanggaran penerbitan obligasi senilai Rp500 miliar dan pembelian obligasi senilai Rp1,4 triliun, diduga dilakukan NP," pungkas Hariyadi.

Sayang, ketika dikonfirmasi media siber ini, Kamis (16/1/2020) pagi, Sekretaris BRK, Muhammad Jazuli, tidak berhasil dihubungi sampai berita ini tayang. Pertanyaan klarifikasi dikirim melalui pesan WhatsApp, hanya terlihat tanda dua contreng pertanda sudah dibaca.

 

Editor : Hafiz
Komentar Via Facebook :