Komisi B DPRD Kuansing, Temukan Sejumlah Persoalan Yang Belum Tuntas di PT TAL
TELUK KUANTAN, RANAHRIAU.COM - Komisi B DPRD Kuansing melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke PT. TAL (Tamora Agro Lestari) di Desa Serosah Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau, yang dipimpin Waka I DPRD Zulhendri yang didampingi Ketua Komisi B Muslim dengan jumlah Anggota 10 Orang, Rabu (23/10/2019).
Komisi B DPRD Kuansing tidak akan main main terhadap persoalan maupun permasalahan yang terjadi dilingkungan perusahaan dan masyarakat. Berdasarkan laporan masyarakat, DPRD Kuansing menerima laporan masyarakat terhadap Harga TBS (Tandan Buah Segar), Limbah Perusahaan, Jalan yang rusak dan Dana Commodity Development (CD).
Menurut Waka I DPRD Kuansing Zulhendri didampingi Anggota Komisi B DPRD Asrori Analke Apas kepada ranahRiau.com menjelaskan Sidak Komisi B DPRD Kuansing ke PT. TAL Berdasarkan laporan masyarakat, DPRD Kuansing menerima laporan masyarakat terhadap Harga TBS (Tandan Buah Segar), Limbah Perusahaan, Jalan yang rusak dan Dana Commodity Development (CD).
Dalam soal harga TBS di PT. TAL terjadi selisih sekitar 200 rupiah (antara harga masyarakat lokal dengan pihak luar, tidak ada subsidi dari mobil luar," cetusnya
"Jadi harus sama antara harga TBS dari masyarakat tempatan dengan warga luar, jangan ada lagi perbedaan harga antara masyarakat tempatan dengan masyarakat luar," Ujarnya.
Kemudian soal pembuangan instalasi akhir (limbah) yang terdapat 11 kolam, terdapat pada kolam 1 sampai 4 diketahui Lay Out (tak ada) dan tidak ada sedimentasi pembuangan dan juga ada By Pas. " Tanaman Enceng gondok yang terdapat di kolam. tidak bisa hidup, bagaimana air kolam bersih," Jelasnya.
"Jadi kami melihat, pembuangan limbah tidak jelas, dan terdapat by pas di antara kolam," Paparnya.
Sedangkan soal tenaga kerja, menurut laporan Humas PT. TAL Zulhendri didampingi bagian pemasaran Bambang mengatakan bahwa jumlah naker lokal (Kuansing) mencapai 70 persen dari total naker yang ada di perusahaan tersebut.
Untuk Community Development (CD) sejak Januari sampai september 2019, sudah mengeluarkan dana sebesar Rp
420 Juta. Yang terbagi masyarakat tempatan, Suku, Sekolah TK, Jalan Semenisasi, Mesjid dan lain lain " Ujarnya.
Namun yang perlu jadi catatan, kata Zulhendri, perlu ada sharing budget antara perusahaan dengan Pemkab Kuansing. Sebab, Daya tahan jalan hanya sekitar 15 sampai 35 ton, sementara tonase kenderaan yang melintasi daerah tersebut sekitar 40 Ton.
" Kita inginkan pihak PT TAL ini,membangun jalan seperti PT. RAPP lakukan," ucap Zulhendri
Kita berharap dinas DLH melakukan pengaturan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. "Jika kunjungan ke pabrik 3 bulan sekali, ya lakukan," pinta Waka 1 DPRD Kuansing itu.
"Kami akan menjadwalkan untuk melakukan sidak ke seluruh perusahaan yang ada di Kuansing. Kita ingin perusahaan yang ada, memberikan kesejahteraan kepada masyarakat kita. Tak ingin kita keluar dari situ," pungkasnya.


Komentar Via Facebook :