Tanah Kering Kerontang, Petani di Kuansing Kesulitan Menanam Padi
TELUK KUANTAN, RANAHRIAU.COM - Sebagian besar petani di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) belum berani menanam padi. Sebabnya, hingga pertengahan Oktober 2019 ini belum turun hujan yang cukup di Kuansing.
Lahan pertanian petani masih kering. Kondisi cuaca berangin dan berdebu akibat kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan di Riau ini. Hal ini menyebabkan para petani belum berani menanam padi. Bila memaksakan menanam, maka akan berpotensi pada gagal panen akibat kesulitan sarana pengairan.
Petani berharap kondisi ini tidak berkepanjangan. Jika akhirnya turun hujan, petani akan langsung menanam padi.
Akibat dari musim kemarau sepanjang empat bulan terakhir, mulai Juli hingga Oktober 2019 ini sangat berdampak kekeringan pada lahan sawah seluas ribuan hektare di Kabupaten Kuantan Singingi, yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Kuansing.
Foto : Kondisi Lahan Persawahan
Luasnya sawah terdampak kekeringan yang akan ditanami padi itu secara keseluruhan sudah sangat menyulitkan para petani untuk menanam padi, seperti halnya di Kecamatan Hulu Kuantan Tepatnya di Desa Sungai Alah, Sungai Pinang dan Tanjung.
Kemudian lagi di kecamatan Kuantan mudik tepatnya di desa Seberang Pantai, Rantau Sialang, Kinali, Sangau, Banjar Guntung, Sungai Manau, Luai, Saik, Pebaun Hulu, Pebaun Hilir, Pulau Binjai, Bukit Kauman, dan Bukit pedusunan. dan di kecamatan lainnya yang ada di kabupaten Kuansing yang memiliki lahan persawahan.
Bujang (39), salah seorang warga desa sungai alah, kecamatan Hulu Kuantan, sangat mengeluhkan keadaan ini. Karena dirinya sudah menyemaikan benih sebulan yang lalu. "Saat ini kami merasa sangat kesulitan menanam padi, karena tanah Kering Kerontang akibat kemarau beberapa bulan terakhir. Irigasi yang ada tidak berfungsi sehingga tidak bisa mengatasi kekeringan tersebut," ucap Bujang.
"Kalau benih itu sudah besar, otomatis tidak bisa ditanam dan harus menyemai kembali. Sebenarnya kalau dipaksakan ditanam sih bisa, tapi kalau keaadannya seperti ini entah hidup entah tidak," Ujar Bujang.
Menurut Bujang, di daerah lain curah hujan cukup tinggi, sementara disini hanya gerimis dan hujan hanya sebentar saja dan takkan berpengaruh ke tanah yang keras dan kering.tukas Bujang
Foto : Kondisi Lahan Persawahan
Sementara itu, Secara terpisah Yuli (34) juga merasakan hal yang sama. Dirinya juga merasa kesulitan untuk menanam padi di wilayah persawahan yang sudah keras dan kering kerontang itu. "Sebagian petani memang sudah ada yang menanam, karena disawah mereka ada air yang menggenangi, tapi disebagian lagi Tidak ada pasokan air yang mengaliri.
"Kami berharap dan berdoa meminta kepada yang Maha Kuasa supaya turun hujan lebat dan lama. supaya sawah kami digenangi air dan kami bisa menggarap sawah kami untuk ditanami padi," Ungkap Yuli.


Komentar Via Facebook :