Gusmir Indra Geram, Banyaknya Bangunan Yang Terbengkalai di Kuansing
TELUK KUANTAN, RANAHRIAU.COM - Pembangunan pasar yang ada di pusat kota teluk kuantan yang masih terbengkalai selama lebih kurang 13 tahun, membuat Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Gusmir Indra geram.
Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di DPRD kabupaten Kuansing tersebut, mengaku merasa geram karena belum ada titik terang tentang kelanjutan pembangunan pasar di pusat kota teluk kuantan yang sudah belasan tahun terbengkalai itu.
"Sudah belasan tahun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut oleh pemerintah. Lebih kurang 13 tahun loh, kenapa tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah," sergah Gusmir Indra yang akrab disapa Indrako itu.
Dia mengakui belum mengetahui nasib kelanjutan Pasar Di Taman jalur Kota Teluk Kuantan yang hingga kini masih mangkrak Tersebut. Ironisnya lagi, kelanjutan pembangunanya juga belum tersentuh rencana pemerintah.
Menurutnya, kelanjutan pembangunan itu perlu dipertahankan demi keperluan masyarakat dalam mengakses pasar ke depan. Sehingga pihaknya merasa semakin perlu mempertanyakan komitmen pemerintah ke depan mengenai pasar tersebut.
"Saya berharap kepada pemerintah yang merupakan stackholder segera cepat menyelesaikan permasalahan tersebut, jangan sampai permasalahan tersebut diabaikan begitu saja," ulasnya
Karena menurut Gusmir Indra, Selain letaknya di pusat kota Teluk Kuantan, yang menjadi tempat berkunjungya wisatawan lokal maupun mancanegara saat digelarnya pesta rakyat Kuansing seperti Pacu Jalur. "Tidak mungkin membiarkan bangunan itu terbengkalai selamanya," cetus Indrako
"Kasian kita kepada masyarakat pedagang yang telah dipungut biaya Masih mengeluhkan tidak tersedianya tempat untuk berdagang bagi mereka," bebernya
Gusmir Indra menambhakan, Selama ini kita bisa saja memaklumi alasan yang dikemukakan pemerintah tidak melanjutkan pembangunan pasar itu untuk sementara waktu, tapi alangkah baiknya langkah-langkah ini perlu dibahas kembali untuk kebaikan kedepannya.
“Ya, karena ini menyangkut kepentingan orang banyak, terutama pedagang itu sendiri yang juga membayar dan dipungut biaya, mereka masih menunggu proses itu selesai. Saya perhatikan begitu banyak persoalan di kuansing ini yang belum terselesaikan". Tutup Gusmir Indra.


Komentar Via Facebook :