Edukasi Pengolahan Air Bersih

Antusias warga Kecamatan Merbau dalam Program Riau AgriAqua

Antusias warga Kecamatan Merbau dalam Program Riau AgriAqua

Teluk Belitung, RanahRiau.com- Sejumlah warga terlihat antusias dalam mendengar materi tentang pengolahan air sehat yang disampaikan oleh para pemateri di Gedung STKIP Meranti, Desa Bagan Melibur Kepulauan Meranti, Rabu (26/06/2019).

Dalam pelatihan ini, materi dibagi dalam dua sesi, sesi pertama tentang Pentingnya Air bersih dalam kehidupan sehari-hari yang disampaikan oleh DR. Muhammad Heikal, PhD, Eng, dari Jabatan Kejuruteraan Kimia dan Alam Sekitar, Universiti Putra Malaysia (UPM), dan selanjutnya materi tentang Sistem Penyaringan dan Perawatan air secara alami yang disampaikan oleh DR. Siti Hajar Arifin, PhD, Eng.

Semangat para peserta yang mengikuti pelatihan terlihat dari banyaknya peserta yang antusias menyampaikan pertanyaan terhadap pemateri. sebelumnya ada beberapa masyarakat yang telah melihat adanya teknologi yang serupa di tempat lain, sebagian juga menanyakan tentang kualitas air yang dihasilkan dari proses pengolahan air bersih tersebut serta berapa lama bisa digunakan proses tersebut.

Menurut informasi yang didapat, acara ini akan berlanjut keesokan harinya, sebagaimana yang disampaikan oleh DR. Heikal kepada wartawan RanahRiau.com, “untuk besok kita akan mencoba melakukan demonstrasi pengolahan air bersih dengan menggunakan alat dan bahan alami yang mudah didapatkan dilingkungan sekitar”, ujarnya.

Dalam percobaan tersebut Biji Moringa (kelor) digunakan sebagai media untuk memfilter air, hal ini dikarenakan banyaknya fungsi yang didapatkan, salahsatu diantaranya kandungan yang terdapat dalam biji kelor tersebut bisa menghilangkan kuman dan bakteri yang terdapat dalam air. selain itu juga terdapat beberapa media yang lain seperti arang, pasir, batu-batuan dan sabut kelapa.

“Percobaan ini sudah kita lakukan di laboratorium Universitas, dan hasilnya kandungan pH yang terdapat didalam sampel air dapat dinetralkan, untuk pertemuan besok (kamis, red) kita meminta kepada masyarakat untuk membawa sampel air dari tempat masing-masing dan akan diuji cobakan kembali, tidak menutup kemungkinan media lain seperti kulit pisang, tongkol jagung dan kulit telur dapat digunakan sebagai media untuk memfilter, besok akan kita lihat hasilnya”, ungkapnya.



Reporter : Hafidz


Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :