Dinkes Dumai Cadangkan 30 Ribu Masker

Dinkes Dumai Cadangkan 30 Ribu Masker

DUMAI, RanahRiau.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai siagakan cadangan masker sebanyak 30 ribu lembar yang akan dibagikan ke masyarakat umum jika kondisi kualitas udara memburuk akibat tercemar asap.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3L) Dinkes Dumai Romauli menyebutkan, stok masker ini siap dibagikan untuk mengantisipasi efek buruk dari kabut asap yang rutin terjadi setiap tahun.

"Stok masker kita siapkan 30 ribu lembar, dan akan digunakan jika kualitas udara tercemar dampak asap industri atau kebakaran hutan lahan," katanya, Jumat (27/3).

Dia menerangkan, masker juga akan disebarkan ke semua pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang ada di daerah itu untuk dibagikan ke warga setempat sebagai antisipasi gangguan kabut asap.

Selain itu, penyebaran dilakukan dengan cara petugas medis kesehatan turun ke jalan umum dan membagikan ke masyarakat, baik pejalan kaki maupun pengendara.

"Pekan kemarin kita sudah bagikan 20 ribu lembar masker di lima titik perempatan jalan karena kualitas udara waktu itu terganggu kabut asap kebakaran lahan," ungkapnya.

Dia menjelaskan, lima titik perempatan jalan tersebut, persimpangan Jalan Kelakap Tujuh-Hasanuddin, persimpangan Sukajadi-Sultan Sarif Kasim, Bundaran Jalan Putri Tujuh, persimpangan Jenderal Sudirman-Sultan Sarif Kasim dan persimpangan Tuanku Tambusai-Soekarno Hatta.

Pihaknya akan membagikan kembali jika melihat kualitas udara berada dibawah standar mutu baku karena sangat berbahaya jika dihirup langsung oleh manusia tanpa ada pelindung sehingga bisa terkena gangguan kesehatan pada pernafasan dan tenggorokan.

"Ketika mendapati kondisi udara tercemar asap, kami mengimbau agar masyarakat mengurangi aktifitas diluar ruangan, terutama bagi ibu hamil, menyusui, anak dibawah lima tahun, pelajar serta penderita gangguan pernafasan," ucap dia.

Dinkes akan terus memantau perkembangan kondisi kualitas udara bersama instansi dan pihak terkait agar dapat segera melakukan langkah penanganan dan antisipasi supaya tidak berdampak buruk lebih luas. (Nof/Mcr)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :