Kunjungan Kerja di Daerah Pemilihan
Edwin DPD RI Serap Aspirasi Sambil Basah-basahan
KAMPAR - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD/MPR) RI daerah pemilihan Riau, Edwin Pratama Putra menyambangi Desa Alam Panjang, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, guna memantau kondisi terkini masyarakat yang tengah dilanda bencana banjir, Sabtu pagi (14/12/19).
Edwin berbasah-basahan turun langsung ditengah banjir yang hampir sepinggang orang dewasa, dengan didampingi Kepala Desa dan sejumlah tokoh masyarakat dan pemuka setempat.
Banjir tahunan yang terjadi ini dari keterangan masyarakat, turut diperparah dengan dibukanya pintu air waduk PLTA Koto Panjang beberapa waktu yang lalu.
Dalam kunjungannya, Edwin meminta masyarakat tetap tabah serta menjaga kesehatan terutama kepada Anak-anak dan para Lansia.
"Kita juga akan koordinasikan dengan Pemkab Kampar bahwa kondisi ini jangan terus terjadi tiap tahunnya. Harus ada langkah prepentif penanganan banjir. Sekalipun harus terjadi, masyarakt sudah diberitahukan jauh sebelum terjadinya banjir, sehingga dibuat terlebih dahulu Posko pengungsian,"katanya.
Edwin juga menyampaikan kepada Kepala Desa agar terus memantau ketersediaan bahan pangan dan memberikan kepastian keamanan, terhadap rumah warga yang ditinggal pemilik untuk mengungsi.
Dalam kesempatan tersebut, Senator muda asal Riau ini juga memberikan bantuan beberapa paket kebutuhan untuk makanan kepada masyarakat, seperti beras, mi instan, air minum kemasan.
Usai dari Desa Alam Panjang, pada sore harinya Edwin bertolak ke wilayah selanjutnya yang turut dilanda banjir, yakni Desa Pulau Payung. Sama seperti sebelumnya, Edwin memantau kondisi ril masyarakat dan turut memberika bantuan kebutuhan pokok makanan.
Sehari sebelumnya Edwin telah mengunjungi Desa Penyasawan, Kecamatan Kampar guna menyerap aspirasi dan memantau kondisi masyarakat.
"Rangkaian kunjungan kerja saya ini bertujuan untuk menyerap aspirasi dan melihat kondisi ditengah-tengah masyarakat. Ada daerah yang terkena banjir, ada juga kawasan yang terisolir akibat infrastruktur jalan belum memadai. Semua telah kita rangkum dan menjadi tugas untuk kita selesaikan hingga sampai ke meja Kementerian terkait, agar segera diselesaikan minimal ditindaklanjuti pada tahun 2020 mendatang," pungkas Edwin. (Rls)


Komentar Via Facebook :