Guncang Kesadaran Pemuda dalam Pemahaman 4 Pilar MPR RI

Arif Eka Saputra Bongkar Ancaman Identitas dan Hoaks yang Menggerogoti Persatuan

Arif Eka Saputra Bongkar Ancaman Identitas dan Hoaks yang Menggerogoti Persatuan

KAMPAR, RANAHRIAU — Senin (17/11/2025) udara Kabupaten Kampar terasa berbeda. Di sebuah ruangan yang dipadati ratusan pemuda, Anggota DPD/MPR RI asal Riau, Arif Eka Saputra, S.Pi, tak hanya datang untuk seremonial—ia datang untuk “mengguncang” kesadaran anak muda lewat Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bersama Pemuda Kampar Minang Bersatu (PKMB-Riau Daratan).

Acara dibuka dengan lantunan lagu Indonesia Raya, namun atmosfer berubah menjadi lebih serius saat Arif mulai bicara. Nada suaranya lugas, tegas, dan bersudut.

“Empat Pilar itu bukan hafalan. Itu pedoman hidup!” tegas Arif, menatap para peserta yang berasal dari Kampar dan Minangkabau.

“Pemuda adalah garda terdepan penjaga ideologi bangsa. Kalau kalian lengah, masa depan bangsa ikut goyah.”

Diskusi yang Membuka Luka: Politik Identitas dan Hoaks Disorot Tajam

Sesi tanya jawab menjadi titik panas acara. Berbagai isu kritis bermunculan—dari invasi budaya global yang mengikis jati diri, hingga politik identitas dan hoaks yang makin ganas menggerogoti persatuan.

Arif menjawab semua pertanyaan tanpa menghindar. Ia mengaitkan ancaman-ancaman itu dengan nilai-nilai Pancasila, sembari menegaskan bahwa pemuda Minangkabau dan Kampar sejatinya telah mewarisi filosofi hidup yang sejalan dengan nilai kebangsaan.

“Musyawarah, gotong royong, dan keadilan itu DNA kalian. Kalau nilai ini dirawat, 4 Pilar akan hidup di masyarakat—bukan cuma di spanduk.”

Pengakuan dari Akar Rumput

M.Zulkifli, salah satu anggota PKMB-Riau Daratan, ikut angkat suara. “Kegiatan ini membuka mata. Banyak anak muda hari ini terseret arus pragmatisme. Kami butuh ruang seperti ini untuk kembali ke nilai kebangsaan.”

Wajah para peserta terlihat serius—seolah mereka sedang menyadari bahwa ancaman terbesar bangsa hari ini bukan datang dari luar negeri, melainkan dari sikap apatis generasi muda sendiri.

Penutup yang Menggugah: Dari Kampus Hingga Media Sosial, Pemuda Diminta Jadi “Agen Perekat Bangsa”

Acara ditutup dengan komitmen bersama: menjadikan kampus, komunitas, hingga media sosial sebagai medan juang menjaga persatuan dan menghidupkan 4 Pilar dalam tindakan nyata.

Sosialisasi ini bukan sekadar pertemuan formal. Ia terasa seperti alarm yang membangunkan generasi muda Riau dari tidur panjang.

Dengan semangat yang menyala, kegiatan ini diharapkan menjadi titik lahirnya gerakan pemuda Riau yang berkarakter, berintegritas, dan berjiwa nasionalis—bukan hanya slogan, tapi gerakan nyata.

Dan jika anak muda tidak bergerak sekarang, kapan lagi bangsa ini punya harapan?

Editor : Ahnof
Komentar Via Facebook :