Adat Pernikahan Melayu-2

Menggantung

Menggantung

Adat orang berhelat jamu

Menggantung-gantung lebih dahulu

Menggantung mana yang layak

 

Sesuai menurut alur patutnya

Sesuai menurut adat lembaga

 

Supaya helat memakai adat

Supaya kerja tak sia-sia

Supaya tidak bersalah pasang

Supaya tidak bersalah pakai

Supaya tidak bersalah letak

Supaya tidak bersalah susun

Supaya tidak menjadi aib malu

 

 

PEKANBARU, RanahRiau - Upacara menggantung adalah kegiatan menata ruang, menghias, dan memasang alat kelengkapan upacara, di tempat yang akan digunakan dalam upacara perkawinan.  Yang termasuk dalam kegiatan ini antara lain: memasang tabir, membuat tenda dan dekorasi, menggantung perlengkapan pentas, menghiasi kamar tidur pengantin, serta menghiasi tempat bersanding kedua calon mempelai, dll.

 

Sebelum memasang pelaminan terlebih dahulu dilakukan penyerahan dari yang berhajat kepada Mak Andam yang juga juru pelamin untuk dapat menyelenggarakan dalam melaksanakan pernikahan anaknya.

 

Penyerahan ini ditandai dengan menyerahkan tepak sirih dari Mak Penganten dan Bapak Penganten kepada Mak Andam, yang disambut oleh Mak Andam dengan pernyataan bersedia melaksanakan mengurus pengantin dalam pelaksanaan pernikahan.

 

Seterusnya  menepuk tepung tawar lokasi di tempat pelaminan akan dipasang dan kemudian menggantung tabir belang di dinding belakang pelaminan. Setlah itu dimulailah pembuatan atau pemasangan pelaminan beserta kelengkapan lainnya di sekitar pelaminan dan bagian dinding lainnya di dalam ruangan utama.

Tepuk tepung tawar ini dilakukan oleh pemilik rumah yang punya hajatan dengan maksud mengambil berkah untuk keselamatan dan kelancaran acara yang akan dilaksanakan

 

Alat tepuk tepung tawar terdiri dari:

Daun Setawar Sedingin: Sebagai penawar bisa, baik bisa laut ataupun bisa bumi serta bisa racun dan santau. Daun Sedingin: Sebagai penyejuk hati dikala marah, penyabar-yabar hati, menghilangkan rasa dengki dan membuang umpat puji. Daun Ati-Ati: Sebagai tanda bijak. Bijak bercakap dan beruding. Bijak duduk di orang ramai. Daun Ganda Rusa: Sebagai penangkal musuh dari luar maupun dari dalam penangkal sihir dan serapah. Air Bedak Limau: Sebagai pencuci hati. Pencuci dengki dan iri pencuci salah dengan silih. Pencuci penyakit nan menahun.Beras kunyit: Sebagai tanda rezeki datang, yang tiba dari langit dan yang tumbuh di bumi. Beras basuh: Yang timbul dari laut. Beras bertih: Rezeki yang datangnya tidak berpintu yang tibanya tidak berberita. Bunga rampai: Sebagai keharmonisan dan saling tolong-menolong.

 

Kemudian dilanjutkan dengan menghias kamar pengantin dan tempat tidur yang ditata khusus.

 

Upacara ini harus dilakukan secara teliti dan perlu disimak oleh orang-orang yang dituakan agar tidak terjadi salah pasang, salah letak, salah pakai, dan sebagainya. Biasanya pihak keluarga berdatangan untuk bersama-sama membantu mempersiapkan peralatan yang diperlukan, ini menggambarkan kuatnya rasa kegotong royongan di dalam masyarakatnya. Pekerjaan ini dilakukan biasanya satu minggu atau sekurang-kurangnya 3 (tiga) hari sebelum hari perhelatan dimulai. (sumber: Buku Panduan Pernikahan Opie & Koko)

 

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :