KasihPapa Dirasa Tidak Efektif

Program Pemko Pekanbaru Memakan Korban

Program Pemko Pekanbaru Memakan Korban

PEKANBARU, RanahRiau - Kamis Bersih Tanpa Polusi Asap (Kasi Papa) yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, menuai kritik dari masyarakat. Program yang dibuat bertujuan untuk mengurangi intensitas pemakaian kendaraan bermotor kepada pegawai di kantor Pemerintahan ini dirasa tidak tepat sasaran.

Seperti penuturan Ryan (29) yang menganggap dengan program besutan Walikota Pekanbaru, Firdaus MT, hanya membuat jalanan menjadi macet.

"Ini bukan Kamis bersih tanpa polusi asap, tapi kamis bersih pindah parkir. Buktinya parkir di belakang Pemko, tidak begitu ramai sekarang menjadi ramai," cetusnya.

Menurutnya, program ini telah mengokupasi atau mencaplok hak para pejalan kaki dengan banyaknya orang yang parkir di atas trotoar. Seharusnya, pemerintah lebih konsisten bahwa program ini ditujukan kepada pegawai di lingkungan pemko.

"Di lingkungan pemko banyak melayani masyarakat, bagaimana masyarakat bisa masuk. Kalau dilarang berkendaraan, seharusnya sama sekali tidak ada yang bawa kendaraan," sebutnya.

Seharusnya, kata dia, pengawasan program ini diperketat. Karena tidak menutup kemungkinan banyak pegawai yang ikut parkir di luar kantor Walikota.

"Program ini seharusnya ditekankan ke pegawai saja serta diawasi. Kalau ada pegawai bawa kendaraan dan parkir di luar, suruh pulang saja," imbuhnya.

Mirisnya lagi, KasihPapa yang dimulai hari ini ternyata sudah memakan korban. Pasalnya Motor Dahono, seorang PNS Hilang ketika ia memarkirkan di luar kantor Walikota.

Motor berplat merah, Supra X 25, bernomor polisi BM 2305 TP diketahuinya hilang 10 menit setelah Dahono menyelesaikan urusan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pekanbaru.

"Saya cuma sebentar, ada yang diurus," katanya.

Sementara ketika ditanyai terkait program KasiPapa yang diterapkan Pemko, Dahono mengatakan tidak maksimal jika mengharuskan PNS mengendarai sepeda untuk melakukan aktiias kerja.

"Kalau kita naik sepeda waktu juga tidak terkejar, kita ada keperluan penting. Dalam kepengurusan kan ada batas waktunya juga. Kalau naik bus transit waktunya lama," imbuhnya. (RanahRiau/Nof)

Editor : Ahnof
Komentar Via Facebook :