Keren... Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Riau ciptakan jam dinding dari ampas tebu
Pekanbaru, Ranahriau.com- TIM PKM-K (Program Kreatifitas Mahasiswa - Kewirausahaan), dari Universitas Muhammadiah Riau yang beranggotakan lima orang yaitu Riri Gusfita, Juwita Wati, Adi Firman Syah, Yogie Muharman Lubis, dan Novianas Hafidz. Telah berhasil menciptakakan subuah produk yang sangat inovatif yaitu Jam Serat Tebu (JST).
Adi Firman Syah selaku anggota dari tim ketika diwawancarai oleh ranahRiau.com mengatakan bahwa Jam dinding tersebut merupakan olahan dari ampas tebu, "Jam Serat Tebu merupakan produk jam dinding yang memiki bahan baku ampas tebu. Ampas tebu tersebut diolah untuk dicetak menjadi papan partikel, kemudian papan partikel tersebut dibentuk menjadi jam dinding", ujarnya.
JST sendiri diciptkan oleh TIM PKM-K (Program Kreatifitas Mahasiswa - Kewirausahaan), yang beranggotan Riri Gusfita, Juwita Wati, Adi Firman Syah, Yogie Muharman Lubis, dan Novianas Hafidz.
"Allhamdullilah kami berhasil ciptakan limbah tebu menjadi sesuatu yang bermanfaat dan kami diundang oleh KEMENRISTEKDIKTI untuk membawa bendera UMRI (Universitas Muhammadiyah Riau), mengikuti ajang bergengsi PIMNAS ke-31 pada tanggal 28 agustus 2018 di UNY (Universitas Negeri Yogyakarta)", ungkapnya.
Adi Firman Syah selaku anggota dari tim ketika diwawancarai oleh ranahRiau.com mengatakan bahwa Jam dinding tersebut merupakan olahan dari ampas tebu, "Jam Serat Tebu merupakan produk jam dinding yang memiki bahan baku ampas tebu. Ampas tebu tersebut diolah untuk dicetak menjadi papan partikel, kemudian papan partikel tersebut dibentuk menjadi jam dinding", ujarnya.
JST sendiri diciptkan oleh TIM PKM-K (Program Kreatifitas Mahasiswa - Kewirausahaan), yang beranggotan Riri Gusfita, Juwita Wati, Adi Firman Syah, Yogie Muharman Lubis, dan Novianas Hafidz.
"Allhamdullilah kami berhasil ciptakan limbah tebu menjadi sesuatu yang bermanfaat dan kami diundang oleh KEMENRISTEKDIKTI untuk membawa bendera UMRI (Universitas Muhammadiyah Riau), mengikuti ajang bergengsi PIMNAS ke-31 pada tanggal 28 agustus 2018 di UNY (Universitas Negeri Yogyakarta)", ungkapnya.
Tujuan dari Usaha JST ini tidak lain adalah untuk memanfaatkan ampas tebu yang tidak terpakai dan terbuang sia-sia untuk dijadikan bahan baku. Bahan baku tersebut dapat dijadikan barang yang bernilai ekonomis, seperti jam dinding "ujar Adi firmansyah. Selain itu tujuan dari usaha JST adalah untuk mengurangi limbah dari pengolahan/indutri, minimal limbah penjualan es tebu.
Harapan kedepannya usaha JST dapat berkembang, lebih mandiri dan lebih kreatif lagi. Serta memperoleh dukungan dari setiap elemen masyarakat", tutupnya.
Reporter : Hafidz/Rls


Komentar Via Facebook :