Pria 54 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Kawasan PT Uni Seraya Meranti, Polisi Lakukan Pemeriksaan

Pria 54 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Kawasan PT Uni Seraya Meranti, Polisi Lakukan Pemeriksaan

Polisi Bersama Warga Mengevakuasi Jenazah Rianto, alias Linggu

MERANTI, RANAHRIAU.COM- Suasana pagi di kawasan PT Uni Seraya, Dusun III, Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, mendadak gempar. Seorang pria bernama Rianto alias Linggu (54) ditemukan meninggal dunia di dalam kandang sapi miliknya, Sabtu (31/10/2026) pagi.

Jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB oleh Bairudin, rekan piket korban. Penemuan bermula ketika Rianto tidak kunjung hadir untuk menjalankan tugas jaga seperti biasanya.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kapolsek Rangsang Barat IPDA Sukardi, S.IP., menyampaikan bahwa sebelum ditemukan meninggal dunia, korban masih menjalankan tugas piket bersama rekannya pada Jumat (30/10/2026).

Setelah menyelesaikan tugas selama delapan jam dan melakukan serah terima piket, korban pulang seperti biasa. Namun, Sabtu pagi, ketidakhadiran Rianto membuat Bairudin merasa heran. Ia kemudian berinisiatif mencari korban ke tempat tinggalnya.

Dalam perjalanan menuju mes korban, Bairudin melihat sepeda motor yang biasa digunakan Rianto terparkir di dekat kandang sapi. Karena curiga, ia mencoba memeriksa lokasi tersebut.

Alangkah terkejutnya Bairudin saat mendapati Rianto sudah terbaring telentang dan tidak bernyawa di dalam kandang sapi miliknya.

Bairudin segera memberitahukan kejadian itu kepada rekan-rekan kerja lainnya. Informasi kemudian diteruskan kepada Kepala Dusun setempat, Mutris, sebelum akhirnya dilaporkan kepada Polsek Rangsang Barat.

Polisi Turun ke Lokasi

Menerima laporan tersebut, personel Polsek Rangsang Barat bersama Tim Identifikasi Polres Kepulauan Meranti langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan keterangan saksi.

Dari hasil pemeriksaan luar awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan berupa luka lecet, lebam, maupun memar pada tubuh korban.

Saat ditemukan, korban dalam posisi telentang, mengenakan baju tanpa celana, dengan kedua tangan dalam keadaan menggenggam.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang di sekitar lokasi, di antaranya senter, telepon genggam merek OPPO, sebungkus rokok, pakaian, serta sepasang sandal merek Swallow berwarna merah.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk menjalani pemeriksaan medis.

Keluarga Tolak Autopsi

Terkait penyebab kematian, hingga kini belum diketahui secara pasti. Pihak keluarga melalui istri korban, Yanti, menyatakan menolak dilakukan autopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan tertulis yang ditandatangani di atas meterai Rp10.000.

Meski pemeriksaan luar tidak menemukan tanda-tanda kekerasan, kondisi tersebut belum cukup untuk memastikan penyebab kematian korban.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, berkoordinasi dengan Satreskrim dan Unit Identifikasi Polres Kepulauan Meranti, serta melakukan penanganan lebih lanjut.

Kepergian Rianto secara mendadak meninggalkan duka bagi keluarga dan rekan-rekan kerjanya. Di balik rutinitas tugas piket yang dijalaninya, pagi itu justru menjadi akhir perjalanan hidup pria berusia 54 tahun tersebut.

Sementara itu, penyebab pasti kematian korban masih menunggu kejelasan dari hasil pemeriksaan medis.

Editor : Eriz
Komentar Via Facebook :