Sekda Meranti Buka Semarak Bulan Bahasa, Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Melayu
Foto: Ist
MERANTI, RANAHRIAU.COM- Semarak Bulan Bahasa tingkat SMP se-Kabupaten Kepulauan Meranti resmi dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah, SH, di Ballroom Lantai III Afifa Futsal, Sabtu (31/10/2026).
Mengusung tema “Mengukuhkan Bahasa, Melestarikan Budaya, Menginspirasi Generasi Berkarya”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat literasi sekaligus menanamkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya Melayu.
Dalam sambutannya, Sudandri menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala sekolah dan panitia yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, katanya, mendukung penuh kegiatan yang mendorong pengembangan bakat, minat, dan kreativitas pelajar.
“Pendidikan di Kepulauan Meranti harus melahirkan generasi yang memiliki kemampuan berbahasa dengan baik tanpa kehilangan akar budaya dan jati dirinya. Sekolah juga diharapkan mampu mendorong lahirnya karya tulis dengan bahasa yang santun dan berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Ketua MKKS SMP, Rudi Hartono, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut terlaksana berkat semangat kebersamaan para kepala sekolah, dukungan Lembaga Adat Melayu, Dinas Pendidikan, serta sejumlah donatur dan pihak lainnya.
Adapun para donatur yang turut mendukung kegiatan ini yakni Jani Pasaribu, Cuncun, TB Insan Madani, Nabilah Fotocopy, dan Widiyaloka.
Ia menjelaskan, kegiatan ini turut menghadirkan perlombaan syair dan pidato bahasa Melayu sebagai upaya menghidupkan kembali khazanah sastra dan tradisi lisan Melayu di kalangan pelajar.
“Kami ingin budaya Melayu, khususnya syair dan pidato berbahasa Melayu, terus hidup di lingkungan sekolah. Ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan bakat, kreativitas, sekaligus membangun karakter positif,” ungkapnya.
Rudi berharap Semarak Bulan Bahasa dapat menjadi agenda tahunan sehingga kecintaan terhadap bahasa, sastra, dan budaya Melayu semakin tumbuh di kalangan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi benteng pelestarian adat dan budaya Melayu. Sebab, takkan Melayu hilang di bumi.


Komentar Via Facebook :